Trending

Tak Sekadar Kopi, Etnokopi Lengkapi Sajian dengan Literasi

Redaksi
Redaksi4 Maret 2022 pukul 05.18 WIB
3 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Serpong Tangsel- Sejak beberapa decade belakangan kita senantiasa berhadapan dengan perubahan yang luar biasa, terutama karena dipicu oleh kemajuan dan persebaran teknologi informasi dan komunikasi, termasuk dalam dunia kuliner. Singkatnya, kini kita dihadapkan dengan cara konsumsi baru, yang suka atau pun tidak, sedang mentransformasi kehidupan kita.  Beranjak dari hal itu “Etnokopi” hadir untuk menyuguhkan kopi yang tidak hanya sekedar nikmat untuk diteguk, tetapi juga ditela’ah, dan ditelusuri darimana dan bagaimana kopi itu itu hadir.

“kisah kopi terentang panjang kebelakang, melampaui masa 500 tahun lebih. Kisah itu bermula dari sebuah desa perbukitan di Etiopia, bergerak ke Mocha, wilayah pesisir di Arabia, hingga pada akhirnya sampai di daerah katulistiwa: Java.  “A Cup of Java”,demikian orang-orang Eropa pada awal abad 18 mulai menyebut kopinya. Kopi-kopi mereka memang sebagian besar diproduksi di Jawa, pulau yang menjadi salah satu surga bagi pertanaman kopi dunia, karena tidak saja produktivitasnya, akan tetapi juga kekayaan dan keunikan aroma dan rasanya. Robusta ataupun Arabika, ketika diproduksi di Jawa, akan selalu menunjukkan kekayaan aroma dan rasa. Namun sayangnya, tak banyak penikmat kopi yang mengetahui sejarahnya, untuk itulah Etnokopi ada,” tutur Hery Santoso, seorang antropologi sekaligus penggagas didirikannya Etnokopi di BSD City Tangerang Selatan.

Buka di deretan Ruko Paris Square yang berlokasi di Jalan Letnan Soetopo, BSD City Tangsel, Etnokopi akan menjadi tempat yang bisa membuka wawasan baru bagi penikmat kopi Nusantara.

“Ada suatu masa ketika kopi hanya dikonsumsi oleh kalangan elit, mereka yang tidak menjadi bagian dari budaya publik. Kopi dipandang sebagai minuman yang bisa membangkitkan aspirasi dan kesadaran kritis, dua hal yang dikhawatirkan bisa mengganggu hegemoni kekuasaan. Itulah mengapa pada awalnya produksi dan persebaran kopi cenderung dimonopoli oleh kalangan penguasa, seperti pemerintah kolonial yang pernah memonopoli produksi dan perdagangan kopi nusantara, tidak terkecuali di wilayah tiga gunung di bagian Barat (Gayo), Tengah (Temanggung), dan Timur (Papua). Kopi dan segala kisahnya dari tiga gunung itulah yang sengaja dipilih Etnokopi untuk menjadi debutan, tentu saja karena alasan keutuhan keindonesiaan dari Barat hingga keTimur,” ungkap Heri.

Tidak hanya menyajikan Kopi dengan segala literasinya, Etnokopi juga bisa mendatangkan inspirasi imajinasi lewat sajian puisi dan fotografi yang berbaris rapih di dinding, di semua ruang, di Etnokopi.

“Kami sengaja menata setiap ruang dengan artistik, dengan mengadopsi gaya kolonial tempo doeloe, serta dilengkapi dengan barang-barang antik. Kami berharap pengunjung Etnokopi khususnya para pencinta kopi bisa mendapatkan imajinasi, dan yang terpenting merasa nyaman sehingga bisa kembali ke Etnokopi. Di sini juga tersedia berbagai sajian kuliner yang pas untuk menemani sajian kopi,” tutur Camilla Jasmine Silvana, Direktur Etnokopi.

Mengawali debutnya, Etnokopi pun tak segan berbagi. Tidak hanya kepada para penikmat kopi, di awal pembukaanya, Minggu 25 Maret 2018 lalu, Etnokopi pun memberi 1.000 bibit kopi kepada para petani di desa Sarongge, Puncak Cipanas Jawa Barat. “Hal ini karena para pendiri Etnokopi menghargai sustainability, dengan menjaga lingkungan dan kearifan lokal,” pungkas Camilla. (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

cms.mediakawasan.id/, Tangerang – Setelah cluster YMMA, KOZA, VOLA, dan PHILO terjual habis, Alam Sutera Group kembali menghadirkan RYIL sebagai cluster kelima dari Sutera Rasuna. Mengusung tagline Rays of Living, RYIL membawa semangat “Green-Yard Living in the Tropics” yang memadukan desain tropis modern dengan ruang hijau di tengah hunian untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari. Padel Court […]

RedaksiRedaksi

cms.mediakawasan.id/, Tangerang – Gelaran lari Alfamart Run kembali hadir dengan memadukan olahraga dan hiburan dalam satu pengalaman. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Alfamart Run 2026 tidak hanya menawarkan lintasan lari 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), tetapi juga menghadirkan rangkaian entertainment, hadiah, hingga goodie bag yang menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta. Alfamart […]

RedaksiRedaksi

cms.mediakawasan.id/, Tangerang – Atria Hotel Gading Serpong untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan MLC (Momiasi Learning Center) dalam menyelenggarakan kegiatan Couple Prenatal Yoga, yang berlangsung pada Minggu, 13 September 2026, di Ballroom Atria Hotel Gading Serpong. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 35 pasangan yang bersama-sama mendapatkan pengalaman edukatif sekaligus relaksasi sebagai bagian dari persiapan menuju […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Tangerang Selatan – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Maria Teresa Suhardja, kembali membagikan buku tulis kepada para pelajar di sejumlah lembaga pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Dalam sepekan terakhir, sebanyak 5.000 buku tulis telah dibagikan kepada siswa mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga santri di sejumlah pondok pesantren […]