Trending

Waspada Tuberkulosis : Bagaimana Memberantas Infeksi Ini? Berikut Penjelasan Spesialis Paru Siloam Hospitals Makassar

Redaksi
Redaksi25 Maret 2022 pukul 18.31 WIBDiperbarui 25 Maret 2022 pukul 18.40 WIB
4 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Makassar Sul- Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang berpotensi serius. Penyakit ini dapat terjadi pada berbagai organ tubuh, namun seringkali menyerang paru-paru. Bakteri yang menyebabkan tuberkulosis ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui droplet kecil di udara yang dilepaskan melalui batuk dan bersin.

Dokter Spesialis Paru Siloam Hospitals Makassar, dr. Adrianne Marissa Tauran, Sp.P., menuturkan bahwa kasus TBC cukup bisa disembuhkan walaupun Indonesia menempati peringkat 3 di dunia dalam kasus TBC. Pengobatannya cukup dalam waktu 6 bulan dengan kondisi normal, yang terbagi dalam 2 tahap, yaitu fase awal, di mana pengobatannya selama 2 bulan dengan minum obat setiap hari. Sedangkan untuk fase lanjutan, pengobatannya dengan selama 4 bulan dengan minum obat selang satu hari.

Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) diperingati setiap 24 Maret dan masih menjadi masalah besar bagi indonesia.

Untuk mencegah penularan TB maka harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri kita sendiri. Kemudian konsumsi makanan yang bergizi karena jika daya tahan tubuh kurang maka akan lebih mudah terpapar TBC dibandingkan dengan orang yang daya tahan tubuhnya baik. Lalu gunakan masker atau menutup mulut sewaktu batuk atau bersin agar dapat menghindari terjadinya penularan dan tidak meludah di sembarang tempat.

“Namun perlu diketahui juga bahwa tidak semua penderita TB itu harus memiliki gejala batuk, sesak napas, batuk berdarah, harus berat badan turun, dan mengalami lemas. Dengan salah satu gejala yang disebut tadi sudah perlu dicurigai mengidap TBC. Dan untuk di era sekarang yang mungkin kondisi ekonomi sudah lebih baik dari era dahulu sering ditemui pasien dengan tanpa gejala, hanya karena sedang melakukan MCU dan dengan hasil foto thorax ternyata ditemukan pasien sudah mengidap TBC,” ujar dokter yang akrab disapa dokter Anke.

Pada kasus anak yang mengalami TBC perlu diketahui bahwa anak tidak menularkan TBC. Karena anak belum dapat melakukan percikan melalui batuk atau bersin yang dapat disemburkan. Secara umum daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah seseorang tertular penyakit TBC.

Faktor resiko terbesar dan utama dari penyakit TBC yaitu rokok. Rokok menjadi sumber asal muasal dari semua penyakit. “Kalau kita bicara tentang kasus Paru tentu saja rokok ini sangat menjadi musuh utama. Jadi rokok ini secara langsung dan tidak langsung tentu saja dapat menyebabkan TBC yang melalui penurunan daya tahan tubuh, merusak fungsi paru. Jadi bagi perokok diwajibkan untuk segera merubah gaya hidup dengan berhenti merokok,” paparnya.

Jika orang sudah datang dengan keluhan batuk darah, sesak nafas, nyeri dada, berat badan turun, ada kondisi lemas. Maka harus segera dilakukan pemeriksaan lanjutan, yaitu dilakukan pemeriksaan dahak dan pemeriksaan radiologi atau foto dada.

Perlu ditekankan bahwa hasil pemeriksaan dahak yang negatif bukan berarti pasien itu tidak TBC. Jadi TBC ini dapat menyerang ke seluruh tubuh baik organ usus, kelamin, kandungan, otak dan tulang. Proses terjadinya berawal dari percikan dahak orang yang sedang menderita TBC, kemudian masuk dan tertular ke saluran nafas orang yang daya tahan tubuhnya turun. Lalu TBC akan bermanifestasi di Paru dan berpindah ke kelenjar getah bening atau pindah ke organ yang lain.

Apakah TBC dapat menyebabkan kematian?

Secara angka ditemukan data terbaru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia bahwa terdapat 11 pasien meninggal karena TBC dalam kurun waktu 1 jam. Ternyata kasus ini lebih besar daripada kasus Covid-19.
“Covid-19 ini adalah penyakit yang disebabkan karena virus. Virus itu sudah kodratnya untuk sembuh sendiri selama daya tahan tubuh baik maka penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya. Berbeda dengan TBC yang disebabkan oleh bakteri, sehingga harus diobati. Dan TBC tidak bisa sembuh dengan pengobatan herbal,” tutur dokter Anke.

Untuk penderita TBC murni tidak ada pantangan makanan. Perbaiki nutrisi khususnya kalori dan protein. Tetapi jika pasien TBC ini menderita kencing manis maka harus dilakukan kolaborasi dengan konsultasi pada dokter gizi dan penyakit dalam. Untuk pasien TBC harus dilakukan pemeriksaan gula darah dan HIV nya. Hal ini dilakukan untuk skrining agar dapat diketahui apakah pasien menderita kencing manis atau HIV. Sehingga dapat lebih cepat menatalaksana penyakit yang keduanya.

Setelah pasien sudah menyelesaikan pengobatan TB nya akan dilakukan foto thorax lanjutan di bulan ke-6 dan bulan ke-12 serta di bulan ke-24. Jadi dalam 2 tahun tetap harus di evaluasi kondisi pasien apakah terjadi kasus kambuhan atau tidak. TBC ini bisa menyebabkan kekambuhan walaupun sudah sembuh. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi dengan baik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa TBC merupakan penyakit menular dan berbahaya. Dengan demikian penting dipahami secara benar oleh masyarakat agar kepedulian terhadap penyakit ini dapat semakin ditingkatkan, demikian pula pencegahannya. Jika anda memiliki keluarga atau teman yang mengidap TBC beri dukungan terhadap mereka untuk berobat hingga tuntas. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan. (Red/rlls)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tangerang Selatan membeberkan progres terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Kota Tangsel sepanjang tahun anggaran 2026. Sekaligus memproyeksikan draf regulasi strategis yang masuk dalam agenda pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2027. Ketua Bapemperda DPRD Kota Tangsel, Sudiar, memaparkan secara rinci status dari lima […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Iti Octavia Jayabaya kembali pimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Banten untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Selain Iti Octavia Jayabaya sebagai ketua, SK juga diberikan kepada Syahril yang dipercaya menjabat […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan rampung sebelum akhir Desember 2026. Saat ini, pembahasan regulasi inisiatif Fraksi PDI Perjuangan tersebut telah memasuki rapat atau pembahasan ketujuh. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan DPRD Kota Tangsel, Adi Surya, mengatakan pembahasan […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serang – Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk (Bank Banten) melakukan audiensi dengan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten di Kantor BAZNAS Provinsi Banten, Selasa (20/10/2026). Pertemuan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi kedua lembaga dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Banten. Audiensi tersebut dihadiri […]