Trending

Literasi Digital Bagi Tenaga Didik

Redaksi
Redaksi22 Juni 2022 pukul 04.22 WIBDiperbarui 22 Juni 2022 pukul 04.22 WIB
3 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Jakarta- Seiring perkembanga zaman, dunia pendidikan di Indonesia kini mulai menerapkan prinsip digital. Penerapan tersebut pun turut didorong oleh adanya tekanan kondisi akibat pandemi Covid-19, yang mengharuskan hampir seluruh aktivitas pendidikan di Tanah Air ini beralih menjadi dalam jaringan (daring) atau online.

Anggota Komisi 1 DPR RI, Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si memaparkan, pendidikan di era digital merupakan pendidikan yang harus mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam setiap materi pembelajaran.

“Dengan berkembangnya pendidikan era digital ini, maka memungkinkan siswa mendapatkan pengetahuan yang berlimpah ruah serta cepat dan mudah,” ujar Yan Permenas dalam kegiatan Webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk “Literasi Digital bagi Tenaga Didik” yang berlangsung pada Senin (20/6/2022).

Penerapan sistem digital terhadap dunia pendidikan di Tanah Air ini, kata Yan, harus dibarengi juga dengan pemahaman literasi digital. Terkhusus bagi para tenaga pendidik yang menjadi pengarah para siswa dalam memperoleh ilmu di ruang kelas digital.

Sebab, Yan menjelaskan, kemampuan literasi digital merupakan hal yang paling mendasar dan krusial. Terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini.

Untuk itu, penguasaan literasi digital bagi para tenaga pendidik ini memiliki peran yang sangatlah penting.

“Sebab pendidik harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendesain pembelajaran yang kreatif agar mampu membuat siswa menjadi aktif dan berpikir kritis,” terangnya.

Senada dengannya, Dr. Firman Kurniawan M.Si selaku akademisi yang turut menjadi pemateri dalam webinar tersebut mengatakan bahwa teknologi dapat mengubah cara manusia berintraksi.

Misalnya saja dalam kegiatan sosial manusia. Saat ini, aktivitas pekerjaan hingga bisnis dapat beralih menjadi sistem digital.

“Perubahan bentuk masyarakat menjadi network society, di mana budaya secara netral berubah,” imbuhnya.

Namun di sisi lain, kemajuan zaman ini juga memberikan tantangan dan tuntutan baru bagi manusia. Termasuk dalam hal transformasi informasi pendidikan
Ia menyebut, dalam konteks transformasi informasi pendidikan ini, UNESCO Digital Literacy Global Framework Area Competences, menyiratkan setidaknya 3 tuntutan.

“Tranformasi informasi pendidikan dilangsungkan dalam ruang-ruang aliran, the space of flows dan di waktu yang tak mewaktu, timeless time. Itu adalah ruang yang tersedia melalui teknologi berbasis internet. Transformasi informasi pendidikan bertujuan memberi kemampuan pada peserta pembelajaran, untuk memanfaatkan secara kritis perangkat teknologi berbasis internet dalam memanfaatkan dan mengolah informasi pendidikan,” katanya.

Lalu terakhir, pemanfaatan perangkat teknologi berbasis internet dalam transformasi pendidikan, dituntut dapat membentuk pola perilaku yang diterapkan pasca peserta pendidikan menyelesaikan masa pendidikannya.

“Terdapat banyak sekali perangkat berbasis teknologi sebagai media pembelajaran. Karakteristik perangkat berbasis teknologi sebagai media pembelajaran, di antaranya kelompok perangkat pendidikan yang mendukung berbagai usia dan tingkat pendidikan. Perangkat keterlibatan langsung, seperti Kahoot dan Mentimeter digunakan untuk menyediakan fungsionalitas interaktif dalam pertemuan. Perangkat kolaborasi tim dalam belajar jarak jauh, kelompok media penyampaian pesan terutama teks,” paparnya.

Dengan begitu, literasi digital lagi-lagi menjadi instrumen terpenting dalam pergeseran sistem belajar digital ini.

Untuk itu, Dirjen Aptika Kemkominfo, Samuel A Pangerapan, B.Sc mengatakan bahwa pihaknya akan menjadi garda terdepan dalam penanaman literasi digital ini kepada masyarakat.

“Karena penggunaan internet perlu dibantu dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan produktif, bijak dan tepat guna,” jelasnya.

Sebab jika dilihat dari kondisi yang ada, tingkat literasi digital di Tanah Air kini masih belum mencapai tahap yang lebih baik.

“Saat ini indeks literasi digital Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5, yang artinya, masih dalam kategori sedang belum mencapai tahap yang lebih baik. Angka ini perlu terus kita tingkatkan sehingga menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan litrerasi digital,” pungkasnya. (Red/rlls)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

cms.mediakawasan.id/, Tangerang – Setelah cluster YMMA, KOZA, VOLA, dan PHILO terjual habis, Alam Sutera Group kembali menghadirkan RYIL sebagai cluster kelima dari Sutera Rasuna. Mengusung tagline Rays of Living, RYIL membawa semangat “Green-Yard Living in the Tropics” yang memadukan desain tropis modern dengan ruang hijau di tengah hunian untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari. Padel Court […]

RedaksiRedaksi

cms.mediakawasan.id/, Tangerang – Gelaran lari Alfamart Run kembali hadir dengan memadukan olahraga dan hiburan dalam satu pengalaman. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Alfamart Run 2026 tidak hanya menawarkan lintasan lari 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), tetapi juga menghadirkan rangkaian entertainment, hadiah, hingga goodie bag yang menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta. Alfamart […]

RedaksiRedaksi

cms.mediakawasan.id/, Tangerang – Atria Hotel Gading Serpong untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan MLC (Momiasi Learning Center) dalam menyelenggarakan kegiatan Couple Prenatal Yoga, yang berlangsung pada Minggu, 13 September 2026, di Ballroom Atria Hotel Gading Serpong. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 35 pasangan yang bersama-sama mendapatkan pengalaman edukatif sekaligus relaksasi sebagai bagian dari persiapan menuju […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Tangerang Selatan – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Maria Teresa Suhardja, kembali membagikan buku tulis kepada para pelajar di sejumlah lembaga pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Dalam sepekan terakhir, sebanyak 5.000 buku tulis telah dibagikan kepada siswa mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga santri di sejumlah pondok pesantren […]