Trending

Debat Cagub – Cawagub Banten, Akademisi: Dimyati Partiarkhi, Ade Tidak Paham Tangani Kekerasan Seksual

Redaksi
Redaksi18 Oktober 2024 pukul 21.08 WIB
3 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Rabu (16/10) berlangsung Debat Cagub – Cawagub Banten berlangsung di Auditorium Menara Bank Mega Kompleks Transmedia, Jakarta Selatan. Dalam sesi tanya jawab Cawagub Ade bertanya perihal mengatasi tingginya pelecehan seksual yang dialami perempuan dan anak. “Ini adalah hal yang sangat memprihatinkan, maka untuk itu pertanyaan saya adalah bagaimana cara mengatasi masalah ini dan bagaimana kepada seorang pelakunya agar dia mendapatkan efek jera?” Tanya Ade Sumardi kepada Dimyati.

Sepintas pernyataan Ade ini tidak ada masalah. Tapi dari pernyataan itu terlihat, sesungguhnya Ade ini tidak paham juga bagaimana merespon tingginya angka kekerasan seksual. Ketidakpahaman ini terlihat dari pernyataan “bagaimana agar pelaku kekerasan seksual mendapatkan efek jera”. Padahal Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) berorientasi pada pemulihan korban bukan fokusnya pada tindakan penjeraan pelaku seperti yang Ade sampaikan. Jadi jelas, Ade ini tidak paham, hanya melempar pertanyaan saja kepada Dimyati sebagai lawan debatnya.

Menjawab pertanyaan Ade, Dimyati nampak lebih parah ketidakpahamannya, bahkan terkesan Dimyati ini patriarki. Dimyati semula menyebutkan bahwa “Rasulullah juga mengatakan bahwa yang memuliakan wanita dia akan mendapatkan kemuliaan”, tetapi Dimyati ini kemudian menyebutkan …”karena itu wanita itu jangan terlalu dikasih beban berat, apalagi jadi gubernur itu berat lho, luar biasa. Maka oleh sebab itu, laki-lakilah harus membantu memaksimalkan bagaimana Banten”.

Pendapat yang Dimyati sampaikan, menurut saya bukan tujuannya memuliakan perempuan tetapi meremehkan perempuan, menggap perempuan tidak memiliki kemampuan kepemimpinan seperti laki-laki. Jadi yang ada dipikirannya sebenarnya menganggap perempuan tidak mampu memimpin tetapi berlindung pada memuliakan perempuan. Ini berbahaya!

Dimyati coba Saudara baca Q.S. Al-Baqarah “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” Ayat itu sudah jelas, bahwasanya khalifah berarti setiap manusia berhak menjadi pemimpin tanpa membedakan jenis kelamin.
Dimyati cobalah membaca sejarah, betapa banyaknya perempuan yang berjasa pada peradaban dunia. Khadijah isteri Nabi Muhammad, sebelum menikah merupakan seorang tokoh penting, dan saudagar yang sukses. Khadijah memainkan peran sentral dalam mendukung dan menyebarkan ajaran Islam. Nusaiba binti Ka’ab al-Anshariyyah atau yang dikenal sebagai Umm ‘Ammara pernah mengambil bagian dalam pertempuran Uhud, membawa pedang dan perisai melawan musuh-musuh Islam.

Dalam konteks Indonesia ada Malahayati dari Aceh, salah satu perempuan paling signifikan dalam sejarah modern awal Asia Tenggara. Malahayati merupakan seorang tokoh militer dan politik terkemuka di Kesultanan Aceh selama abad ke-16. Dia adalah seorang laksamana terkenal dan memimpin sebuah armada yang sebagian besarnya terdiri dari janda-janda perang Aceh. Malahayati merupakan pemimpin awal perlawanan terhadap kolonialisme Belanda di Asia Tenggara. Salah satu kemenangan terpenting Malahayati adalah kekalahan komandan angkatan laut Belanda Cornelis de Houtman pada tahun 1599. Bangsa kita juga pernah dipimpin Presiden perempuan Megawati Soekarnoputri.

Jika semua dikemukakan, amat sangat banyak perempuan-perempuan yang telah berjasa, dan sukses dalam kepemipinannya. Dimyati, bacalah sejarah.

Terakhir, melihat ketidakpahaman kedua calon pemimpin itu, penting bagi pemenang Pilkada agar mengangka staf ahli yang memahami persoalan kesetaraan gender.

Halimah Humayrah Tuanaya; Dosen Hukum Perlindungan Perempuan dan Anak Fakultas Hukum Universitas Pamulang – +62 812-9607-4961 (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Tangerang Selatan – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Maria Teresa Suhardja, kembali membagikan buku tulis kepada para pelajar di sejumlah lembaga pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Dalam sepekan terakhir, sebanyak 5.000 buku tulis telah dibagikan kepada siswa mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga santri di sejumlah pondok pesantren […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menegaskan tetap menjalankan peran sebagai penanggung jawab dan penyelenggara Hari Pers Nasional (HPN) 2027, dengan komitmen memperluas keterlibatan seluruh konstituen Dewan Pers agar perhelatan nasional insan pers tersebut semakin inklusif dan merepresentasikan seluruh ekosistem pers Indonesia. Penegasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Dewan Pers dan Pengurus Pusat PWI […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Jakarta – Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) semakin mengubah cara dunia bisnis menjalankan aktivitas operasional. Teknologi kecerdasan buatan generatif kini tidak hanya digunakan untuk menghasilkan teks dan gambar, tetapi juga berkembang menjadi alat bantu strategis dalam pemasaran, layanan pelanggan, analisis data hingga pengambilan keputusan. Hal tersebut disampaikan Dr. Irmal, S IP., M.M., dalam pembahasannya […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Tangerang – iCAR terus memperluas kehadirannya di Indonesia dengan membuka iCAR QBIG BSD City, outlet 1S (Sales) yang berlokasi di QBIG BSD City, Tangerang. Kehadiran outlet ini menjadi bagian dari langkah iCAR untuk memberikan akses yang semakin mudah bagi masyarakat dalam mengenal dan mendapatkan produk iCAR, khususnya iCAR V23. Sebagai bagian dari Chery Group, […]