Trending

Kembang Goyang Ning Nong, Camilan Asal Tangsel Siap Menyusul Telur Gabus Kata Oma di Pasar Manca Negara

Redaksi
Redaksi7 Januari 2026 pukul 02.59 WIB
3 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Di tengah derasnya arus camilan modern, Setia Ningsih, warga Ciputat Tangerang Selatan (Tangsel) justru mengusung semangat pelestarian kuliner tradisional khas Betawi dengan sentuhan kekinian. Kembang Goyang Ning Nong, yang diluncurkan sejak tahun 2020 ini, sukses menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya para Gen Z.

Ditemui beberapa waktu lalu, Setia Ningsih mengungkapkan latar belakang hadirnya Kembang Goyang Ning Nong. “Biasanya, kembang goyang hanya muncul saat Lebaran. Kebetulan saya penyuka camilan salah satunya Kembang Goyang, lalu muncullah ide saya yang ingin membuat Kembang Goyang jadi camilan yang bisa dinikmati kapan saja,” ungkap Setia dengan penuh semangat, beberapa waktu lalu.

Dibuat di rumah produksinya di Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Setia memberdayakan tiga ibu rumah tangga untuk mendukung proses produksi Usaha Kecil Mikro (UKM) Kembang Goyang Ning Nong. Dalam sebulan, usahanya mampu menghasilkan hingga 1.000 toples kembang goyang. Produk ini telah tersebar di 27 gerai Indomaret wilayah Tangsel, marketplace online, toko grosir, hingga toko oleh-oleh seperti Gerai Lengkong.

Uniknya, Kembang Goyang Ning Nong dibuat dengan mungil, jauh berbeda dengan ukuran Kembang Goyang pada umumnya yang seperti roda pedati.

“Oleh karenanya mengapa tagline kami ‘1 Byte 1 Spirit’. Dengan satu suapan, bisa langsung semangat!” ujar Setia Ningsih sambil tertawa.

Tak hanya praktis, varian rasa yang ditawarkan pun menarik dan kekinian. Selain rasa original, ada wijen hitam, kopi, dan cokelat, semua dikembangkan berdasarkan permintaan pelanggan. Selain digoreng, produk ini juga melalui proses oven untuk hasil yang lebih renyah dan tahan lama.

Yang menarik, Kembang Goyang Ning Nong dibuat dengan mengusung konsep sustainability, yakni turut mendukung pertanian lokal dengan menggunakan tepung mocaf (modifikasi singkong fermentasi) sebagai bahan baku utama.

“Harapannya, usaha ini bisa sekaligus mendongkrak pendapatan petani singkong,” ucap Setia.

Dipasarkam dengan harga berkisar antara Rp22.000 hingga Rp50.000, Kembang Goyang Ning Nong yang dikemas secara apik dan menarik ini, sedang bersiap untuk meluncur ke pasar ekspor. Namun yang pasti bagi Setia, Kembang Goyang Ning Nong adalah warisan kekayaan intelektual yang wajib dilestarikan.

“Melalui camilan ini, saya ingin anak-anak Gen Z tahu bahwa kita punya cemilan tradisional yang nggak kalah enaknya,” pungkas Setia.

Ikuti Jejak Telur Gabus Kata Oma

Bercermin dari kisah sukses camilan Telur Gabus “Kata Oma”, Kembang Goyang Ning Nong yang mengadopsi strategi pemasaran Telur Gabus Kata Oma, diharapkan bisa segera meluncur ke manca negara.

Patut diketahui, Telur gabus buatan Oma awalnya hanyalah camilan rumahan yang dibuat untuk anak dan cucunya sejak tahun 1980. Tanpa bahan pengawet dan MSG, camilan ini selalu jadi favorit keluarga saat acara kumpul.

Karena banyak keluarga dan teman yang suka, telur gabus buatan Oma mulai dijual dengan nama “Telur Gabus CoooCok” pada tahun 2016.

Bisnis ini kemudian diteruskan oleh putri Oma dan dua rekannya. Pada 22 Desember 2018, merek CoooCok diubah menjadi “Kata Oma” untuk menghormati dan melestarikan resep warisan sang nenek.

Awal tahun 2019, Kata Oma mulai dipasarkan lewat sistem reseller. Dalam waktu singkat, mereka menggandeng 50 reseller dan berhasil menjual 300 karton. Di akhir tahun, camilan ini masuk ke supermarket besar seperti Food Hall, Ranch Market, dan Lotte Mart melalui distributor Unifam, dengan penjualan naik hingga 1.000 karton dan terus bertumbuh sampai 3.000 karton.

Pada tahun 2020, Kata Oma meluncurkan varian baru dengan rasa khas Indonesia. Di tahun yang sama, Kata Oma mendapat penghargaan “Best UMKM Award” dari BRIlianpreneur 2020. Produk ini juga masuk 10 besar camilan tradisional terlaris di Alfamart dan 3 besar di Indomaret. (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Tangerang Selatan – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Maria Teresa Suhardja, kembali membagikan buku tulis kepada para pelajar di sejumlah lembaga pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Dalam sepekan terakhir, sebanyak 5.000 buku tulis telah dibagikan kepada siswa mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga santri di sejumlah pondok pesantren […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menegaskan tetap menjalankan peran sebagai penanggung jawab dan penyelenggara Hari Pers Nasional (HPN) 2027, dengan komitmen memperluas keterlibatan seluruh konstituen Dewan Pers agar perhelatan nasional insan pers tersebut semakin inklusif dan merepresentasikan seluruh ekosistem pers Indonesia. Penegasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Dewan Pers dan Pengurus Pusat PWI […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Jakarta – Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) semakin mengubah cara dunia bisnis menjalankan aktivitas operasional. Teknologi kecerdasan buatan generatif kini tidak hanya digunakan untuk menghasilkan teks dan gambar, tetapi juga berkembang menjadi alat bantu strategis dalam pemasaran, layanan pelanggan, analisis data hingga pengambilan keputusan. Hal tersebut disampaikan Dr. Irmal, S IP., M.M., dalam pembahasannya […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id/, Tangerang – iCAR terus memperluas kehadirannya di Indonesia dengan membuka iCAR QBIG BSD City, outlet 1S (Sales) yang berlokasi di QBIG BSD City, Tangerang. Kehadiran outlet ini menjadi bagian dari langkah iCAR untuk memberikan akses yang semakin mudah bagi masyarakat dalam mengenal dan mendapatkan produk iCAR, khususnya iCAR V23. Sebagai bagian dari Chery Group, […]