Trending

Pungut Sampah Di Tangsel, Menteri Lingkungan Dikiritik, Pengamat Sebut Gimmick Politik Tak Selesaikan Akar Masalah

Redaksi
Redaksi7 Februari 2026 pukul 18.37 WIBDiperbarui 7 Februari 2026 pukul 18.38 WIB
2 menit baca
<p>Foto adalah ilustrasi sumber pgntree</p>
Iklan

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Aksi turun ke jalan yang dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama jajaran Pemkot Tangerang Selatan di sepanjang Jalan Raya Serpong, Rabu (4/2/2026), menuai kritik. Meski dinilai sebagai bentuk kepedulian, langkah tersebut dianggap lebih menonjolkan aspek seremonial ketimbang solusi sistemik. Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Praktisi Hukum, Abdul Hamim Jauzie, menilai aksi memungut sampah oleh pejabat setingkat Menteri adalah bentuk Eksibisionisme Birokrasi yang tidak menyentuh akar persoalan sampah di wilayah metropolitan seperti Tangerang Selatan.

“Persoalan sampah di kota urban tidak bisa diselesaikan dengan sapu lidi di tangan Menteri. Publik butuh sistem yang bekerja secara otomatis, bukan aksi spontan yang hanya tampak bagus di depan kamera. Ini berisiko menjadi jebakan formalisme bagi ASN di bawah, yang akhirnya lebih sibuk mendokumentasikan kerja bakti daripada mengelola teknologi pengolahan sampah,” ujar Hamim kepada wartawan (Jumat, 6/2).

Sebagai praktisi hukum, Hamim juga memberikan catatan serius terkait rencana penindakan pidana bagi pelanggar kebersihan. Ia memperingatkan agar penegakan hukum tidak hanya menyasar masyarakat kecil atau pedagang kaki lima (PKL). “Tim Gakkum harus berani masuk ke wilayah yang lebih substansial, seperti pengawasan limbah korporasi, mal, dan pengembang besar di kawasan Serpong. Jangan sampai hukum tajam ke warga yang membuang plastik, tapi tumpul ke pelaku usaha besar yang tidak memiliki sistem pengelolaan limbah terintegrasi,” tegasnya. Menurutnya, ancaman sanksi pidana dalam Perda akan menjadi “macan kertas” jika pemerintah sendiri belum mampu menyediakan infrastruktur tempat pembuangan sampah (TPS) yang memadai dan mudah diakses di setiap titik kritis.

Terkait target Pemkot Tangsel membangun 20.000 lubang biopori di rumah warga, Hamim melihat adanya upaya pengalihan tanggung jawab hilir ke tangan masyarakat. “Meminta warga membuat biopori itu bagus untuk edukasi, tapi jangan sampai itu dijadikan dalih pemerintah untuk mencuci tangan atas belum maksimalnya teknologi di TPA Cipeucang. Masalah utama Tangsel adalah hilirisasi sampah. Warga bisa saja memilah, tapi jika di truk sampah semuanya kembali dicampur, itu sia-sia,” jelasnya lagi.

Hamim menyarankan agar Kementerian LH dan Pemkot Tangsel fokus pada modernisasi infrastruktur seperti teknologi Waste-to-Energy, audit lingkungan terhadap unit usaha, serta integrasi data pemantauan sampah berbasis digital. “Kita tidak butuh menteri yang jago menyapu jalan, kita butuh menteri yang mampu menciptakan sistem di mana tidak ada lagi sampah yang perlu disapu di jalanan,” pungkasnya. (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serang – Ketua Panitia Konferensi didampingi Ketua PWI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyerahkan berkas verifikasi anggota PWI Kota Tangsel kepada Wakil Ketua Organisasi PWI Provinsi Banten di Kantor Sekretariat PWI Provinsi Banten, Senin (19 Oktober 2026). Ketua Panitia Konferensi PWI Kota Tangsel, Irawan Aprilian mengatakan bahwa berkas verifikasi keanggotaan telah diterima dengan keadaan baik […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, BSD – Menikmati kopi ditengah aktivitas menjadi pilihan untuk beristirahat sejenak dan menikmati waktu santai. Tidak hanya kopi, namun makanan penamping juga dapat melengkapi pengalaman coffee break. Melihat hal tersebut, Hotel Santikan Premiere ICE BSD CITY menawarkan sebuah promo spesial dengan menghadirkan kopi dan juga churros sebagai cemilan pendampingnya. Dengan harga IDR 60.000 nett, […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Solo – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand XL menghadirkan XL Ultra 5G+ bagi masyarakat Yogyakarta dan Solo, dengan pilihan paket XL prabayar mulai Rp50 ribu hingga PRIORITAS Ultra 5G+ dengan kuota unlimited seharga Rp200 ribu. Dengan kecepatan hingga 500 Mbps, layanan ini menawarkan kuota besar serta berbagai manfaat digital premium, mulai […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Sukabumi – Mencari tempat makan yang menawarkan suasana berbeda bisa menjadi pengalaman tersendiri bagi pencinta kuliner. Di kawasan Karang Tengah, Kota Sukabumi, terdapat Ngopi di Kebon Awi, restoran yang memadukan sajian makanan dan minuman dengan suasana kebun yang asri. Berada di Jalan Ciseureuh Talang, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, restoran ini mengusung konsep natural […]