Trending

Tindak Lanjut Arahan Mentan Amran, Berdikari Siapkan 30.000 Ton SBM untuk Peternak Rakyat

Redaksi
Redaksi27 Agustus 2026 pukul 02.41 WIBDiperbarui 27 Agustus 2026 pukul 02.41 WIB
4 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Jakarta – Upaya pemerintah menekan beban biaya produksi peternak rakyat terus bergerak. Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, PT Berdikari menyiapkan 30.000 ton Soybean Meal (SBM) atau bungkil kedelai untuk memperkuat akses bahan baku pakan bagi peternak rakyat ayam ras.

Direktur Operasional PT Berdikari Agung Aulia menjelaskan, dari kesiapan tersebut, 5.000 ton SBM saat ini diakses melalui Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) untuk memenuhi kebutuhan peternak rakyat anggota dan binaannya di berbagai daerah.

Selain LPER, menurut Agung, sejumlah koperasi peternak lainnya juga telah mengajukan kebutuhan SBM kepada Berdikari dan saat ini sedang dalam proses. Hal ini membuka peluang agar akses bahan baku pakan dapat menjangkau lebih banyak peternak rakyat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional yang dipimpin Mentan Amran di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), Surabaya, 11 Agustus 2026, yang salah satunya menekankan pentingnya pengendalian biaya pakan untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak.

Akses awal 5.000 ton SBM melalui LPER dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Berdikari dan Koperasi LPER yang ditandatangani di Jakarta pada 18 Agustus 2026.

MoU ditandatangani Direktur Utama PT Berdikari Maryadi dan Ketua Umum Koperasi LPER H. Mulyadi Atma serta disaksikan Direktur Operasional PT Berdikari Agung Aulia bersama jajaran kedua pihak.

Agung mengatakan kerja sama dengan LPER menjadi bagian awal dari upaya membangun tata kelola peternakan yang lebih terintegrasi sekaligus memperluas akses peternak terhadap bahan baku pakan.

“Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan,” ujar Agung.

Ketua Umum Koperasi LPER H. Mulyadi Atma menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kepastian memperoleh bahan baku pakan menjadi salah satu faktor penting bagi peternak dalam menghadapi tekanan biaya produksi.

“Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di awal ini, kami optimis harga pokok produksi telur dan ayam bisa ditekan dan peternak bisa bangkit kembali,” ujar Mulyadi.

Pengendalian biaya pakan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menjaga daya tahan usaha peternak rakyat. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pola pengadaan yang lebih terencana dan terkonsolidasi agar bahan baku dapat diperoleh secara lebih efisien.

Direktur Pakan Kementan Tri Melasari mengatakan konsolidasi kebutuhan melalui koperasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat posisi peternak dalam memperoleh bahan baku pakan.

“Kami mendorong agar akses peternak terhadap bahan baku pakan semakin mudah dan efisien. Konsolidasi melalui koperasi menjadi salah satu cara untuk memperkuat posisi peternak, sehingga kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi secara lebih terencana dan rantai pasoknya semakin efisien,” ujar Tri Melasari ditemui terpisah.

Menurut Tri Melasari, kolaborasi antara BUMN, koperasi, dan peternak tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam jangka pendek, tetapi juga membangun tata kelola pakan yang memberikan kepastian bagi peternak.

“Yang kita bangun bukan hanya soal penyaluran bahan baku, tetapi ekosistem pakan yang memberikan kepastian bagi peternak. Ketika biaya pakan dapat dikendalikan, peternak memiliki ruang yang lebih kuat untuk mempertahankan produktivitas dan keberlanjutan usahanya,” katanya.

Dalam skema tersebut, pemerintah berperan melalui kebijakan dan fasilitasi, Berdikari memperkuat kesiapan pasokan, sementara koperasi mengonsolidasikan kebutuhan anggotanya agar akses bahan baku dapat dilakukan lebih terencana dan menjangkau lebih banyak peternak.

Kesiapan 30.000 ton SBM, dengan 5.000 ton yang saat ini diakses melalui LPER dan pengajuan dari sejumlah koperasi lain yang sedang diproses, menunjukkan perluasan tindak lanjut untuk menjawab kebutuhan bahan baku pakan di tingkat peternak.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Mentan Amran agar persoalan biaya produksi tidak terus membebani peternak rakyat. Akses bahan baku yang lebih efisien diharapkan memberi ruang bagi peternak untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usahanya.

Pada akhirnya, penguatan akses pakan ini diharapkan mampu menekan beban produksi, memperkuat usaha peternak rakyat, serta menjaga keberlanjutan produksi telur dan ayam sebagai sumber protein hewani masyarakat. (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta — Pernah nggak kamu membayangkan rasanya kehilangan segalanya dalam semalam? Dikhianati oleh pasangan sendiri, memilih keluar dari pernikahan yang beracun demi menyelamatkan kewarasan, lalu saat mencoba menata masa depan dari nol, dunia justru kembali menghantam dengan fitnah keji dan pelecehan. Bagi banyak perempuan, situasi tanpa ampun ini sering kali memaksa mereka untuk menyerah […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serang – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, Harison Mocodompis, didampingi kepala Kantor BPN Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Mengunjungi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten, di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 25 Kota Serang, Banten di Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Jumat 23 Oktober 2026. […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan, mendorong para santri untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menguasai teknologi, serta menjaga persatuan dan keberagaman agar dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Pilar dalam Apel Hari Santri 2026 di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, […]