Trending

FAO Serahkan Apresiasi One Health kepada Kementan atas Inovasi Kader Zoonosis

Redaksi
Redaksi30 September 2026 pukul 15.36 WIBDiperbarui 30 September 2026 pukul 15.36 WIB
3 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Bogor — Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menyerahkan Recognition for Good Practices and Innovations in One Health in Agrifood Systems kepada Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) atas inovasi “Transforming Communities into One Health Champions: Indonesia’s Zoonoses Cadre Program.”

Penghargaan tersebut diserahkan oleh FAO Representative in Indonesia and Timor-Leste, Rajendra Aryal, dalam puncak rangkaian peringatan World Rabies Day (WRD) 2026 di Kampus IPB University, Bogor, Minggu (27/9/2026).

Pengakuan ini sebelumnya diumumkan dalam FAO Global Conference for Actions on One Health in Agrifood Systems yang berlangsung di Roma, Italia, pada 21–23 September 2026. Penyerahan di Bogor menjadi momen penting untuk membawa pengakuan tersebut lebih dekat dengan para pelaksana di lapangan dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari upaya pencegahan zoonosis.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan apresiasi tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

“Bagi Indonesia, One Health berarti melampaui batas-batas sektoral—bergerak dari sekadar merespons penyakit setelah muncul, menuju pencegahan dan pengelolaan risiko di seluruh sistem agrifood. Tidak ada satu negara atau sektor pun yang dapat mencapai transformasi ini sendirian,” ujar Agung.

Menurut Agung, kekuatan Program Kader Zoonosis justru tumbuh dari keterlibatan masyarakat. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan perilaku. Para kader membantu menyampaikan edukasi, mengenali risiko lebih dini, mendorong pelaporan, serta menghubungkan masyarakat dengan petugas yang berwenang.

Saat ini, jejaring kader zoonosis tercatat mencapai 5.292 orang di 502 desa yang tersebar di enam provinsi dan 22 kabupaten/kota. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader Posyandu, pemilik hewan, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga unsur TNI dan Polri.

Program yang pada awalnya banyak dikembangkan untuk mendukung pengendalian rabies tersebut kemudian berkembang menjadi pendekatan yang lebih luas dalam mendukung penanganan zoonosis prioritas, antara lain flu burung, antraks, bruselosis, dan leptospirosis.

Agung menegaskan bahwa pengakuan internasional tersebut bukan hanya apresiasi terhadap sebuah program, tetapi juga terhadap kerja bersama banyak pihak yang selama ini menjaga kewaspadaan dan memperkuat pencegahan zoonosis di tingkat masyarakat.

Keberhasilan Program Kader Zoonosis merupakan hasil kolaborasi Ditjen PKH bersama Kementerian Kesehatan, FAO, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, serta berbagai mitra, termasuk dukungan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) pada masa pelaksanaan program.

Momentum penyerahan penghargaan bertepatan dengan peringatan WRD 2026 yang mengusung semangat “Satu Aksi untuk Rabies – Stronger Together.” Semangat ini sejalan dengan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan zoonosis, termasuk rabies, melalui edukasi, pelaporan dini, vaksinasi, serta kepemilikan hewan yang bertanggung jawab.

“Komitmen bersama ini harus diterjemahkan menjadi aksi nyata, dari tingkat komunitas hingga kebijakan nasional, serta dari peternakan hingga konsumen,” kata Agung.

Bagi Kementan, apresiasi FAO tersebut menjadi penguat untuk terus memperluas pendekatan One Health berbasis masyarakat, agar sistem kesehatan hewan semakin tangguh, responsif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pengakuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pencegahan zoonosis tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan layanan kesehatan, tetapi juga melalui masyarakat yang memiliki pengetahuan, kepedulian, kemampuan dan kemauan untuk menjadi bagian dari solusi. (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison, Indosat, IOH, atau Perusahaan; IDX: ISAT) sukses mempertahankan momentum bisnis yang kuat sepanjang sembilan bulan pertama 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit peningkatan profitabilitas, seraya mengakselerasi transformasi menjadi AI TechCo. Pendapatan Perusahaan tumbuh 11% year-on-year (YoY) menjadi Rp45,8 triliun, sementara EBITDA tumbuh kuat mencapai Rp21,1 triliun. Laba […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Bekasi – Tim futsal SMK Taruna Bangsa, Futsal NASA, berhasil meraih gelar juara AXIS Nation Cup (ANC) 2026 Regional Bekasi dan melangkah menuju Final Nasional di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026. Pencapaian ini diraih melalui konsistensi latihan, kedisiplinan, kekompakan, serta keyakinan terhadap potensi seluruh pemain di tengah persaingan ketat dengan tim-tim kuat […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serpong – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai membangun markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0511/Tangerang Selatan di kawasan Lengkong, Serpong. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan wilayah. Peletakan batu pertama pembangunan kantor Kodim beserta rumah dinas tersebut dilakukan di wilayah […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Dalam rangka Hari Renang Sedunia (World Swim Day) yang diperingati tanggal 24 Oktober 2026, Atlantis Water Adventure Ancol menyelenggarakan rangkaian kegiatan spesial selama 2 hari pada tanggal 24–25 Oktober 2026. Mengusung semangat kebersamaan, kebugaran, dan keselamatan dalam aktivitas air, perayaan ini akan menghadirkan dua aksi pemecahan rekor yang melibatkan aktivitas Renang Relay […]