Trending

Sepanjang Ramadan, Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu

Redaksi
Redaksi1 April 2023 pukul 00.44 WIBDiperbarui 1 April 2023 pukul 00.46 WIB
2 menit baca
<p>#image_title</p>
Iklan

Mediakawasan.id, Tangerang-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Kesehatan (Dinkes), FKTS, Disperindagkop UKM bersama Polres Metro Tangerang Kota, BPOM Banten, dan Balai Karantina Ikan sepanjang bulan Ramadan, memperketat pengawasan keamanan pangan secara terpadu di Kota Tangerang. Intensifikasi dan pengawasan keamanan produk pangan ini, sebagai upaya melindungi masyarakat saat membeli kebutuhan pangan yang aman dan bergizi, selama Ramadan dan Idul Fitri nantinya.

Kepala DKP, Kota Tangerang, Muhdorun mengungkapkan sejauh ini tim gabungan telah melakukan pengawasan keamanan pangan terpadu di empat pasar besar di Kota Tangerang. Yakni, Pasar Anyar, Pasar Saraswati, Pasar Plaza Baru dan Pasar Malabar, dan hasilnya tingkat pengawasan dan pembinaan keamanan pangan daerah Kota Tangerang mencapai 96,69 persen.

“Data ini, merupakan rekapitulasi laporan pengawasan keamanan pangan terpadu di empat pasar tersebut. Secara rinci, dari pengawasan atau pengujian sampel yang dilakukan, tingkat pengawasan dan pembinaan keamanan pangan di Pasar Anyar ialah 96,79 persen, Pasar Saraswati 96,05 persen, Pasar Plaza Baru 96,79 persen dan Pasar Malabar dengan 98,15 persen,” papar Muhdorun, Kamis (30/3/23).

Ia pun menjelaskan, petugas gabungan dalam pengawasan keamanan pangan terpadu melakukan uji sampel dari lima kategori, yaitu peternakan, perikanan, pertanian, pangan olahan dan label atau kemasan. Sedangkan parameter ujinya ialah formalin, residu pestisida, chlorin, boraks, rhodamin B, methanyl yellow dan kadaluarsa.

“Ini menjadi langkah pasti Pemkot Tangerang bersama petugas gabungan untuk menyediakan pangan yang sehat, berkualitas dan bernutrisi. Jangan sampai pangan yang masyarakat konsumsi malah menimbulkan penyakit. Selain itu jangan sampai adanya ancaman hal-hal lain yang dikaitkan dengan toxic atau keracunan, maupun bahaya serta penyakit lain dikaitkan dengan fungsi pangan yang mengandung bahan berbahaya,” tegasnya.

Sebagai informasi, pengawasan pangan sepanjang Ramadan memang menjadi salah satu fokus utama Pemkot Tangerang. Saat ini, melalui Dinas Kesehatan seminggu kedepan juga tengah melakukan pengawasan kandungan pada takjil. Selain itu, DKP juga fokus melakukan pengecekan atau pengawasan pada kualitas kemasan dan kadaluarsa, seiring meningkatnya pengiriman hampers jelang Idul Fitri.

“Ini semua harus diiringi dengan kewaspadaan masyarakat sebagai konsumen. Tidak mudah tertarik dengan makanan yang memiliki warna mencolok, harga yang miring, atau tidak teliti dalam berbelanja produk kemasan,” imbaunya. (Adv)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand&nbsp;Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama&nbsp;Adobe Express&nbsp;yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Mogul Burger resmi membuka gerai di The Breeze BSD, Selasa (27/10/2026). Brand yang sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Medan ini membawa menu burger berbahan daging sapi dan keju cheddar bagi pengunjung di kawasan BSD dan sekitarnya. Mogul Burger didirikan bersama oleh Joeana Simon dan Chris Angkasa. Kata “Mogul” sendiri merujuk […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, menilai polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali sensitivitas sosial dalam kebijakan perpajakan. Menurut Anis, persoalan ini tidak cukup dilihat semata-mata dari aspek ketentuan dan administrasi perpajakan. Ada dimensi keadilan […]