Trending

Saatnya Pajak jadi Penopang Rakyat, Bukan Beban

Redaksi
Redaksi26 April 2025 pukul 23.31 WIBDiperbarui 26 April 2025 pukul 23.33 WIB
2 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Jawa Timur – Pajak merupakan instrumen vital dalam pembangunan nasional dan penyediaan layanan publik. Namun, beban pajak yang tinggi dan sistem perpajakan yang belum efisien kerap menjadi sorotan, terutama ketika dampaknya mulai terasa oleh masyarakat. Pertanyaannya, sejauh mana sistem pajak saat ini mampu mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa menjadi beban?

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata keluarga kelas menengah di Indonesia mengalokasikan sekitar 25% dari pendapatannya untuk pajak pada tahun 2022. Angka ini cukup signifikan, terlebih di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya harga kebutuhan pokok. Masalah makin rumit karena administrasi perpajakan kita masih berbelit dan tidak ramah wajib pajak.

Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap perpajakan juga menjadi tantangan. Survei Kementerian Keuangan mencatat bahwa hanya sekitar 30% wajib pajak memahami hak dan kewajiban mereka. Ini menandakan perlunya pembenahan sistem dan edukasi yang menyeluruh untuk meningkatkan kepatuhan dan mencegah pelanggaran pajak yang merugikan negara.

Nadila Octavia Ramadhina Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Kebijakan pajak yang tidak ramah terhadap investasi turut berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. Studi Bank Indonesia pada 2021 menunjukkan penurunan investasi domestik sebesar 10% akibat kebijakan perpajakan yang tidak mendukung. Ini menyebabkan terbatasnya lapangan kerja dan melemahnya daya saing ekonomi nasional.

Isu lain yang tidak kalah penting adalah ketidakadilan dalam sistem perpajakan. Laporan Transparency International Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa 20% wajib pajak merasa dikenai pajak secara tidak adil. Ketimpangan ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah perlu melakukan reformasi sistem perpajakan secara menyeluruh. Langkah-langkah yang perlu diambil meliputi penyederhanaan administrasi, peningkatan transparansi, serta penerapan kebijakan yang adil dan merata. Kebijakan fiskal yang mendukung investasi dan memberikan insentif bagi masyarakat menengah juga harus menjadi prioritas.

Sistem pajak yang efisien dan berkeadilan adalah fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan. Pajak seharusnya menjadi alat untuk mendorong kemajuan, bukan beban yang menghambat produktivitas masyarakat.

Kini saatnya kita bertanya, apakah sistem pajak akan terus menjadi beban bagi rakyat, atau justru kita ubah menjadi pendorong utama bagi kemajuan ekonomi dan kepercayaan publik? Saatnya menata pajak demi masa depan yang lebih adil dan sejahtera.

Reformasi pajak bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Sudah waktunya sistem ini berpihak pada rakyat, bukan membebani mereka. (Red/rlls)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama Adobe Express yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Mogul Burger resmi membuka gerai di The Breeze BSD, Selasa (27/10/2026). Brand yang sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Medan ini membawa menu burger berbahan daging sapi dan keju cheddar bagi pengunjung di kawasan BSD dan sekitarnya. Mogul Burger didirikan bersama oleh Joeana Simon dan Chris Angkasa. Kata “Mogul” sendiri merujuk […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, menilai polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali sensitivitas sosial dalam kebijakan perpajakan. Menurut Anis, persoalan ini tidak cukup dilihat semata-mata dari aspek ketentuan dan administrasi perpajakan. Ada dimensi keadilan […]