Trending

Saatnya Rantai Pasok Pangan Indonesia Beralih ke Digital

Redaksi
Redaksi21 Juni 2025 pukul 02.45 WIBDiperbarui 21 Juni 2025 pukul 03.52 WIB
3 menit baca
<p>Penulis Artikel: Leenawaty Limantara Ph.D<br /> Jabatan: Program Studi Teknologi Pangan<br /> Fakultas Teknologi Industri<br /> UK Petra Surabaya </p>
Iklan

Mediakawasan.id, Di tengah tantangan global dan tantangan lokal yang dihadapi Indonesia, seperti perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan pandemi, muncul pertanyaan krusial: bagaimana kita dapat memastikan bahwa semua orang memiliki akses terhadap pangan yang aman dan bergizi? Jawaban yang muncul semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi, khususnya Kecerdasan Buatan (AI) dan Internet of Things (IoT), agar rantai pasok pangan lebih fleksibel, efisien, dan tahan terhadap guncangan.

Rantai pasok pangan bukan hanya tentang memindahkan produk dari petani ke konsumen. Ini adalah sistem kompleks yang melibatkan produksi, pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan konsumsi. Kerentanannya dalam menghadapi berbagai faktor risiko menjadikannya salah satu fokus utama dalam diskusi ketahanan pangan. Keberhasilannya, atau kegagalannya, berimplikasi langsung pada kelaparan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, modernisasi dan peningkatan efisiensi rantai pasok pangan melalui teknologi menjadi langkah penting.

Implementasi AI dan IoT dalam rantai pasok pangan di Indonesia mulai berkembang, seperti penggunaan sensor IoT untuk memantau tanah dan cuaca, serta AI untuk analisis pasar dan perkiraan permintaan, yang membantu petani dan distributor merespons lebih akurat dan mengurangi pemborosan (Kementerian Pertanian, 2023). Namun, penerapan belum merata, didorong oleh infrastruktur digital yang belum memadai serta keterampilan teknologi petani yang terbatas. Di sisi lain, peran perguruan tinggi dalam mendukung inovasi di bidang ini masih perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek pengembangan kurikulum, riset terapan, dan pelatihan tenaga ahli yang mampu mendorong adopsi teknologi secara luas. Pemerintah dan swasta aktif menginisiasi pelatihan dan pembangunan infrastruktur agar teknologi ini dapat dimanfaatkan lebih efektif.

Di ASEAN, Singapura menjadi teladan dalam penggunaan teknologi untuk rantai pasok pangan. Meskipun keterbatasan lahan, negara ini berhasil menciptakan ekosistem pangan efisien dan berkelanjutan melalui investasi besar dalam digitalisasi dan inovasi. AI digunakan untuk prediksi permintaan, optimalisasi distribusi, dan peningkatan kualitas produk berbasis sensor IoT. Menurut laporan Singapore Food Agency (2023), sekitar 80% proses distribusi telah terintegrasi dengan AI dan IoT, sementara 65% perusahaan agritech dan distribusi mengadopsi otomatisasi serta analitik real-time. Hasilnya, pemborosan makanan berkurang hingga 20% dalam lima tahun terakhir, membuktikan bahwa teknologi memperkuat efisiensi dan ketahanan rantai pasok pangan.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa Indonesia perlu mempercepat implementasi teknologi dalam rantai pasok pangan guna menjaga stabilitas dan ketahanan pangan. Peningkatan kerjasama antara sektor publik dan swasta serta penguatan kebijakan inovasi menjadi kunci utama. Selain itu, literasi digital di kalangan petani dan pengusaha kecil harus diperkuat agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara maksimal (Bappenas, 2023). Untuk itu, implementasi teknologi harus melibatkan tidak hanya pakar digital dan teknologi informasi, tetapi juga ahli pertanian, teknologi pangan, nutrisi, dan statistik, guna menciptakan solusi yang holistik dan berkelanjutan. Menurut World Bank (2022), kolaborasi lintas disiplin ini penting agar inovasi teknologi dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan aspek kesehatan masyarakat, sehingga menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok pangan nasional.

Masa depan ketahanan pangan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan kita untuk bertransformasi dan berinovasi. AI dan IoT adalah alat penting yang harus digunakan dengan bijak untuk menghadirkan solusi berkelanjutan di sektor pangan. Dengan langkah yang tepat dan kebijakan yang mendukung, kita bisa memperkuat rantai pasok pangan kita dan menjawab tantangan masa depan dengan lebih percaya diri. Di dunia yang semakin terhubung ini, penggunaan teknologi menjadi bukan hanya kemewahan, melainkan kebutuhan yang mendesak. Dengan menjadikan teknologi sebagai inti dari strategi ketahanan pangan, kita berkomitmen untuk masa depan yang lebih aman bagi semua.

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand&nbsp;Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama&nbsp;Adobe Express&nbsp;yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Mogul Burger resmi membuka gerai di The Breeze BSD, Selasa (27/10/2026). Brand yang sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Medan ini membawa menu burger berbahan daging sapi dan keju cheddar bagi pengunjung di kawasan BSD dan sekitarnya. Mogul Burger didirikan bersama oleh Joeana Simon dan Chris Angkasa. Kata “Mogul” sendiri merujuk […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, menilai polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali sensitivitas sosial dalam kebijakan perpajakan. Menurut Anis, persoalan ini tidak cukup dilihat semata-mata dari aspek ketentuan dan administrasi perpajakan. Ada dimensi keadilan […]