Trending

Jangan Hanya Menunggu Hasil Akhir: Mengawal Dapur Legislasi RUU Pemilu

Redaksi
Redaksi25 Juni 2025 pukul 05.25 WIBDiperbarui 25 Juni 2025 pukul 05.25 WIB
2 menit baca
<p>Penulis: Mohammad Fadhli Rahman Gumilar, Mahasiswa Fakultas Hukum UNPAM</p>
Iklan

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Setiap kali pemilu usai, perdebatan tentang perlunya merevisi Undang-Undang Pemilu kembali mengemuka. Evaluasi atas pelaksanaan sebelumnya kerap mengungkap berbagai kekurangan yang harus segera diperbaiki. Bagi kebanyakan dari kita, proses revisi ini terasa jauh, teknis, dan baru menjadi perhatian saat undang-undang baru diketuk palu di Rapat Paripurna. Namun, pandangan ini keliru. Pertarungan sesungguhnya untuk pemilu yang lebih adil dan berintegritas justru terjadi di dalam “dapur legislasi” yang panjang dan sunyi dari sorotan publik.

Di atas kertas, prosesnya tampak ideal. Semua dimulai dengan identifikasi kebutuhan yang mendesak untuk menyempurnakan sistem. Pemerintah kemudian membentuk tim kerja yang diisi oleh para ahli, mulai dari pakar hukum tata negara, akademisi, hingga praktisi kepemiluan. Masukan dari publik pun diakomodasi melalui forum seperti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) , di mana organisasi masyarakat sipil dan kelompok lainnya diundang untuk memberikan pandangan. Semua ini kemudian dirangkum dalam Naskah Akademik yang menjadi landasan ilmiah setiap perubahan pasal.

Namun, di sinilah kita harus lebih waspada. Momen krusial yang sesungguhnya bukanlah saat RUU diajukan pemerintah ke DPR , melainkan saat pembahasan Daftar Inventaris Masalah (DIM) dimulai. DIM, yang berisi kumpulan catatan kritis dan usulan perubahan dari setiap fraksi partai politik di DPR, adalah medan pertempuran utama. Di forum inilah terjadi negosiasi dan adu argumentasi yang alot antara DPR dan pemerintah untuk mencari titik temu pada setiap pasal yang dianggap krusial. Sayangnya, proses ini seringkali luput dari pantauan publik.

Di sinilah peran kita sebagai warga negara menjadi vital. Keterlibatan publik tidak boleh berhenti sebatas seremoni dalam RDPU. Masukan yang telah kita berikan harus terus dikawal untuk memastikan substansinya tidak hilang di tengah kompromi politik saat pembahasan DIM. Kita harus menuntut transparansi dalam setiap tahap, agar keputusan yang diambil benar-benar merefleksikan aspirasi untuk pemilu yang lebih baik, bukan sekadar bagi-bagi kepentingan antar-elite politik.

Pengambilan keputusan di Rapat Paripurna DPR, yang seringkali diwarnai drama pandangan akhir fraksi hingga voting, hanyalah puncak dari gunung es. Kualitas UU Pemilu yang baru tidak ditentukan di sana, melainkan ditempa selama proses panjang penyusunan, perdebatan, dan harmonisasi.

Setelah undang-undang ini disahkan, pekerjaan rumah kita belum selesai. Sosialisasi masif dan penyusunan aturan turunan oleh pemerintah dan KPU menjadi kunci agar produk hukum ini dapat diimplementasikan secara efektif. Pada akhirnya, kualitas demokrasi kita tidak hanya bergantung pada teks undang-undang, tetapi pada sejauh mana kita, sebagai publik, mau dan mampu mengawal setiap proses pembentukannya dari awal hingga akhir.

Iklan
Iklan
Tag:#UMPAN
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand&nbsp;Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama&nbsp;Adobe Express&nbsp;yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Mogul Burger resmi membuka gerai di The Breeze BSD, Selasa (27/10/2026). Brand yang sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Medan ini membawa menu burger berbahan daging sapi dan keju cheddar bagi pengunjung di kawasan BSD dan sekitarnya. Mogul Burger didirikan bersama oleh Joeana Simon dan Chris Angkasa. Kata “Mogul” sendiri merujuk […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, menilai polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali sensitivitas sosial dalam kebijakan perpajakan. Menurut Anis, persoalan ini tidak cukup dilihat semata-mata dari aspek ketentuan dan administrasi perpajakan. Ada dimensi keadilan […]