Trending

Sasar Siswa SMA, Dosen Fikom Unpam Gelar Sosialisasi Bahaya Cyberbullying

Redaksi
Redaksi25 Juni 2025 pukul 18.17 WIBDiperbarui 25 Juni 2025 pukul 18.32 WIB
2 menit baca
<p>Kabid Kesiswaan SMA 65 Jakarta, Dita, terima piagam penghargaan. Piagam diserahkan oleh Exsan Ade didampingi Vidyardi Laksmono dan Ramadhani Utami.</p>
Iklan

Mediakawasan.id, Jakarta – Dosen Fikom Universitas Pamulang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat melakukan sosialisasi bahaya cyberbullying di SMA 65 Jakarta. Acara itu pun disambut meriah oleh seluruh dewan guru dan murid.

Vidyardi Laksmono, dosen sekaligus tokoh muda Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat di era media yang terus berkembang hari ini.

“Ini merupakan respresentasi gambaran keadaan sekarang. Dan tentunya dilaksanakan dengan ketulusan hati yang tinggi, demi mencegah cyberbullying yang semakin marak di sosial media untuk anak-anak bangsa kita,” kata Vidy, sapaan akrab Vidyardi Laksmono di lokasi, Selasa (24/6/2025).

Hal sama diungkapkan Exsan, menurutnya, salah satu media sosial, seperti instagram, kini menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari bagi semua kalangan untuk berbagi cerita, berinteraksi serta membangun konrksi.

“Tapi di balik kemudahannya, sering kali muncul perilaku cyberbullying yang dipicu oleh ketidaktahuan atau kurangnya empati terhadap perbedaan budaya yang ada di ruang digital,” jelas Exsan.

Dengan adanya sosialisasi ini, dia pun mengajak para pelajar untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial untuk menjunjung tinggi etika komunikasi digital. Menghargai keberagaman dan menahan diri dari ujaran kebencian.

“Membangun ruang yang aman, adalah langkah kecil yang bisa berdampak besar bagi terciptanya lingkungan online yang inklusif dan saling menghormati,” terangnya.

Dilokasi yang sama, Dosen Fikom Unpam lainnya, Ramadhani Utami menambahkan bahwa, sosial media yang saat ini semakin beragam, menjadi salah satu acuan kenapa sosialisasi bahaya cyberbullyng dilaksanakan.

Menurutnya, cyber bullying menjadi fokus penting bagi para pelajar dimana mereka berada dalam fase perkembangan sosial yang sangat aktif. Pemahaman mendalam tentang dampak negatif cyber bullying sangat diperlukan agar mereka mampu mengenali, mencegah, dan mengambil sikap terhadap perilaku tersebut.

“Jadi dengan demikian, generasi muda dapat menjadi pelindung bagi sesama, sekaligus sebagai pelopor dalam membangun komunitas sekolah dan digital yang bebas dari kekerasan daring,” pungkasnya. (Red/*)

Iklan
Iklan
Tag:#UNPAM
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand&nbsp;Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama&nbsp;Adobe Express&nbsp;yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Mogul Burger resmi membuka gerai di The Breeze BSD, Selasa (27/10/2026). Brand yang sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Medan ini membawa menu burger berbahan daging sapi dan keju cheddar bagi pengunjung di kawasan BSD dan sekitarnya. Mogul Burger didirikan bersama oleh Joeana Simon dan Chris Angkasa. Kata “Mogul” sendiri merujuk […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, menilai polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali sensitivitas sosial dalam kebijakan perpajakan. Menurut Anis, persoalan ini tidak cukup dilihat semata-mata dari aspek ketentuan dan administrasi perpajakan. Ada dimensi keadilan […]