Trending

Ancaman Virus Nipah Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan, Penguatan Regulasi, dan Surveilans Berbasis Masyarakat

Redaksi
Redaksi4 Februari 2026 pukul 23.06 WIBDiperbarui 4 Februari 2026 pukul 23.06 WIB
3 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Jakarta – Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan nasional menyusul merebaknya kembali kasus infeksi virus Nipah di sejumlah negara. Penyakit zoonotik dengan tingkat kematian tinggi ini menunjukkan bahwa ancaman pandemi berikutnya bisa muncul kapan saja, dan Indonesia harus memperkuat sistem pencegahan sebelum terjadi transmisi luas.

Mohammad Ainul Maruf, pemerhati kesehatan global dan keamanan kesehatan dari RUKKI, menekankan bahwa respons terhadap ancaman Nipah tidak boleh bersifat reaktif semata. “Kita belajar dari COVID-19 bahwa keterlambatan deteksi dan lemahnya koordinasi lintas sektor dapat berakibat fatal. Kerangka International Health Regulations (IHR) yang telah diperbarui menekankan pendekatan whole-of-government dan whole-of-society. Artinya, kesiapsiagaan bukan hanya urusan sektor kesehatan, tetapi juga pertanian, lingkungan, transportasi, hingga pemerintah daerah dan komunitas,” jelasnya.

Virus Nipah dikenal dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah, serta berpotensi menular antarmanusia. Dengan mobilitas penduduk yang tinggi dan interaksi manusia–hewan yang semakin intens, risiko penyebaran lintas wilayah menjadi perhatian serius dalam konteks keamanan kesehatan global.

RUKKI menyambut baik terbitnya Permenkes terbaru tentang KLB, Wabah, dan Krisis Kesehatan (Permenkes No. 1 Tahun 2026) sebagai langkah penting memperkuat fondasi kesiapsiagaan nasional, karena regulasi ini telah menegaskan kewajiban sistem kewaspadaan dini berbasis risiko, penguatan surveilans termasuk penyakit zoonotik, peningkatan kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan, sistem pelaporan terintegrasi, serta penyusunan rencana kontingensi dan mekanisme respons darurat hingga tingkat daerah; namun, manfaat kebijakan ini hanya akan nyata jika pemerintah memastikan implementasi yang konsisten, pendanaan memadai, dan koordinasi lintas sektor yang efektif, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam kerangka International Health Regulations (IHR) untuk melindungi masyarakat dari ancaman kedaruratan kesehatan di masa depan.

“Pendekatan keamanan kesehatan hari ini menuntut sistem yang mampu mendeteksi sinyal wabah sedini mungkin, bahkan sebelum lonjakan kasus terjadi. Itu berarti kita membutuhkan sistem surveilans yang tidak hanya berbasis fasilitas kesehatan, tetapi juga berbasis masyarakat,” tambah Maruf.

Surveilans berbasis masyarakat (community-based surveillance) memungkinkan deteksi dini melalui keterlibatan kader kesehatan, tenaga kesehatan primer, hingga jejaring komunitas lokal. Namun, pendekatan ini harus ditopang oleh sistem informasi kesehatan yang terintegrasi, real-time, dan inklusif. Tanpa dukungan teknologi dan tata kelola data yang baik, laporan dari lapangan tidak akan cepat diterjemahkan menjadi respons kebijakan.

RUKKI juga menekankan pentingnya komunikasi risiko yang transparan dan berbasis bukti untuk mencegah kepanikan maupun misinformasi. “Pengalaman pandemi sebelumnya menunjukkan bahwa disinformasi bisa menyebar lebih cepat daripada virus. Pemerintah perlu memastikan informasi yang jelas, konsisten, dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Maruf.

Tuntutan RUKKI kepada Pemerintah

Menanggapi ancaman virus Nipah dan potensi wabah penyakit menular baru lainnya, RUKKI mendesak pemerintah untuk:

  1. Memastikan implementasi penuh Permenkes tentang KLB, Wabah, dan Krisis Kesehatan dengan menempatkan koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sebagai fondasi utama sistem kewaspadaan dini, deteksi berbasis risiko, dan respons awal terhadap penyakit emerging dan zoonotik.
  2. Membangun sistem surveilans terpadu lintas sektor, yang menghubungkan data kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan faktor lingkungan, serta memperkuat surveilans berbasis masyarakat melalui sistem informasi kesehatan yang terintegrasi dan real-time.
  3. Memperkuat kapasitas laboratorium dan jejaring rujukan secara terkoordinasi, termasuk kejelasan alur pelaporan dan pembagian peran antara fasilitas layanan kesehatan, dinas kesehatan, laboratorium veteriner, dan otoritas terkait lainnya.
  4. Memastikan komunikasi risiko yang terpadu antar sektor, agar informasi kepada publik konsisten, berbasis bukti, dan tidak tumpang tindih, terutama dalam situasi kedaruratan kesehatan masyarakat.

RUKKI menegaskan bahwa investasi pada pencegahan dan kesiapsiagaan jauh lebih efektif dan berbiaya rendah dibandingkan penanganan krisis saat wabah sudah meluas. Ancaman Nipah harus menjadi peringatan dini bagi Indonesia untuk memperkuat sistem kesehatan dan keamanan kesehatan nasional secara menyeluruh. (Red/rlls)

Iklan
Iklan
Tag:#RUKKI
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama Adobe Express yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Mogul Burger resmi membuka gerai di The Breeze BSD, Selasa (27/10/2026). Brand yang sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Medan ini membawa menu burger berbahan daging sapi dan keju cheddar bagi pengunjung di kawasan BSD dan sekitarnya. Mogul Burger didirikan bersama oleh Joeana Simon dan Chris Angkasa. Kata “Mogul” sendiri merujuk […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, menilai polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali sensitivitas sosial dalam kebijakan perpajakan. Menurut Anis, persoalan ini tidak cukup dilihat semata-mata dari aspek ketentuan dan administrasi perpajakan. Ada dimensi keadilan […]