Trending

Wamentan Sudaryono dan Ketua MPR RI Dorong Investasi Peternakan, Wonosobo Disiapkan Jadi Sentra Susu Nasional

Redaksi
Redaksi27 April 2026 pukul 03.51 WIBDiperbarui 27 April 2026 pukul 03.52 WIB
2 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Wonosobo – Kementerian Pertanian terus mendorong investasi di subsektor peternakan untuk memperkuat produksi susu dan daging nasional. Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra baru sapi perah dan sapi pedaging nasional.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa peluang investasi di subsektor peternakan saat ini sangat terbuka lebar, terutama untuk sapi perah dan sapi pedaging.

“Saya mengundang investasi di bidang peternakan karena jika Anda pelihara sapi perah, susunya pasti laku, sapi pedaging dagingnya pasti laku,” jelas Wamentan Sudaryono saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Kontes Sapi APPSI Piala Ketua MPR RI di Wonosobo (25/4/2026).

Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, kebutuhan susu nasional terus meningkat dan hampir seluruh sentra peternakan susu saat ini sudah terserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sekarang semua sentra peternakan susu terserap untuk kebutuhan MBG. Ini kesempatan baik,” ujar Wamentan Sudaryono yang juga merupakan Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Disisi lain, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa kebutuhan susu segar dalam negeri masih sangat besar.

“Kebutuhan sapi perah masih cukup besar. Kemampuan hanya 25 persen, ada 75 persen pasar dimungkinkan untuk memenuhi pasar susu segar dalam negeri,” ungkapnya.

Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan semakin meningkatkan kebutuhan susu nasional, sehingga daerah seperti Wonosobo perlu dipersiapkan menjadi pusat produksi susu segar.

“Saya berharap Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Diharapkan Wonosobo dalam tahun-tahun mendatang menjadi sentra susu nasional. Perlu ada investasi,” katanya.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, yang juga hadir dalam acara tersebut menambahkan, bahwa produksi daging di Jawa Tengah sudah mendekati 980 ribu ton dan cukup untuk menopang kebutuhan nasional. Namun, produksi susu masih menjadi tantangan tersendiri.

“Yang tidak cukup adalah susu,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan populasi sapi perah dan penguatan kesehatan hewan untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha, Kementerian Pertanian optimistis investasi peternakan akan semakin berkembang, memperkuat kesejahteraan peternak, sekaligus mengurangi ketergantungan impor daging dan susu nasional. (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama Adobe Express yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Mogul Burger resmi membuka gerai di The Breeze BSD, Selasa (27/10/2026). Brand yang sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Medan ini membawa menu burger berbahan daging sapi dan keju cheddar bagi pengunjung di kawasan BSD dan sekitarnya. Mogul Burger didirikan bersama oleh Joeana Simon dan Chris Angkasa. Kata “Mogul” sendiri merujuk […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, menilai polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali sensitivitas sosial dalam kebijakan perpajakan. Menurut Anis, persoalan ini tidak cukup dilihat semata-mata dari aspek ketentuan dan administrasi perpajakan. Ada dimensi keadilan […]