Trending

Pemeriksaan Kesuburan Sejak Dini, Dokter Brawijaya Antasari Ingatkan Pentingnya Peran Suami Istri

Redaksi
Redaksi4 November 2026 pukul 18.43 WIBDiperbarui 4 November 2026 pukul 18.43 WIB
4 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Jakarta – Kesulitan memperoleh keturunan tidak selalu disebabkan oleh kondisi reproduksi perempuan. Faktor laki-laki juga dapat memengaruhi peluang kehamilan sehingga pemeriksaan kesuburan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan kedua pasangan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan subspesialisasi fertilitas dan endokrinologi reproduksi RS Brawijaya Antasari, dr. Mohammad Haekal, Sp.OG, Subsp.FER, FICS, MIGS, menekankan pentingnya pemeriksaan kesuburan sejak dini agar penyebab infertilitas dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi medis masing-masing pasangan.

Menurutnya, evaluasi kesuburan tidak hanya bertujuan mengidentifikasi masalah reproduksi, tetapi juga membantu menentukan pilihan penanganan yang tepat, mulai dari upaya kehamilan alami, inseminasi, hingga program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Salah satu faktor yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan kehamilan adalah usia perempuan. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur dapat menurun sehingga berpengaruh terhadap peluang keberhasilan program kehamilan.

“Kalau pasangan yang menjalani IVF di bawah 35 tahun, angkanya jauh lebih tinggi. Bisa mencapai 65 persen. Tapi kalau sudah mencapai 35 tahun, peluangnya bisa turun menjadi sekitar 30 persen,” jelas dr. Haekal.

Ia menjelaskan, peluang keberhasilan program fertilitas tidak dapat disamaratakan karena dipengaruhi berbagai faktor, termasuk usia, kondisi kesehatan reproduksi, serta karakteristik masing-masing pasangan.

Pemeriksaan Kesuburan Sebaiknya Tidak Ditunda

Dr. Haekal menyarankan pasangan suami istri untuk berkonsultasi apabila belum memperoleh kehamilan setelah 12 bulan melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi.

Namun, pemeriksaan dapat dilakukan lebih awal apabila perempuan memiliki faktor risiko tertentu, seperti sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS), endometriosis, gangguan menstruasi, maupun riwayat masalah kesehatan reproduksi lainnya.

Pemeriksaan terhadap laki-laki juga tidak kalah penting. Kualitas sperma dan kondisi kesehatan reproduksi pria merupakan bagian dari faktor yang menentukan peluang terjadinya kehamilan.

Melalui evaluasi kedua pasangan, dokter dapat mengidentifikasi kemungkinan penyebab infertilitas dan menyusun rencana penanganan yang sesuai. Dengan demikian, pasangan tidak harus langsung menjalani teknologi reproduksi berbantu apabila masih terdapat pilihan penanganan lain yang lebih tepat.

Secara umum, sekitar 85 hingga 90 persen pasangan dapat memperoleh kehamilan dalam 12 bulan. Angka tersebut dapat meningkat hingga sekitar 95 persen dalam 24 bulan.

Meski demikian, gambaran statistik tersebut bukan alasan bagi pasangan dengan faktor risiko untuk menunda pemeriksaan. Konsultasi lebih awal diperlukan agar kondisi yang berpotensi memengaruhi kesuburan dapat diketahui sejak dini.

Benih IVF Center Hadirkan Pilihan Program Fertilitas

Perkembangan teknologi reproduksi berbantu memberikan alternatif penanganan bagi pasangan yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan. Salah satunya melalui program IVF, yakni proses pembuahan sel telur dan sperma yang dilakukan di laboratorium sebelum embrio dipindahkan ke rahim.

RS Brawijaya Antasari menghadirkan layanan Benih IVF yang mulai beroperasi pada Oktober 2023 untuk mendukung penanganan masalah kesuburan melalui teknologi reproduksi berbantu.

Program IVF umumnya diawali dengan stimulasi ovarium menggunakan obat-obatan untuk membantu pematangan sel telur. Setelah itu, dokter melakukan pengambilan sel telur untuk diproses bersama sperma di laboratorium.

Embrio yang terbentuk selanjutnya dapat dipindahkan ke rahim atau dibekukan untuk digunakan pada waktu berikutnya, sesuai kondisi dan rencana perawatan pasien.

Durasi pengobatan serta kebutuhan obat dalam program IVF dapat berbeda pada setiap pasien. Usia, cadangan sel telur, dan kondisi kesehatan reproduksi menjadi sejumlah pertimbangan dalam menentukan rencana perawatan.

Selain program IVF, layanan fertilitas juga mencakup inseminasi, pembekuan embrio, pembekuan sel telur, pembekuan sperma, serta tindakan bedah minimal invasif seperti laparoskopi dan histeroskopi.

Beragam pilihan tersebut memungkinkan penanganan disesuaikan dengan penyebab infertilitas dan kebutuhan masing-masing pasangan.

Mengutamakan Kehamilan yang Aman dan Sehat

Dalam menjalani program fertilitas, pasangan perlu memahami bahwa angka keberhasilan dapat berbeda bergantung pada indikator yang digunakan. Keberhasilan berdasarkan siklus pengobatan, pemindahan embrio, atau kelahiran hidup merupakan ukuran yang tidak selalu menghasilkan angka sama.

Dr. Haekal menyebutkan, angka keberhasilan IVF yang terakhir tercatat di layanan tersebut berada di kisaran 45 persen. Namun, angka itu perlu dipahami berdasarkan karakteristik pasien dan metode penghitungan yang digunakan.

Karena itu, pasangan disarankan berdiskusi dengan dokter mengenai peluang keberhasilan berdasarkan usia, kondisi kesuburan, serta pilihan tindakan yang tersedia.

Pemahaman tersebut juga penting ketika mempertimbangkan jumlah embrio yang akan dipindahkan. Kehamilan kembar bukan menjadi tujuan utama program bayi tabung karena dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk kelahiran prematur dan masalah kesehatan pada ibu maupun bayi.

Penanganan fertilitas, menurut dr. Haekal, perlu berorientasi pada kehamilan yang aman dengan tetap mempertimbangkan kesehatan ibu dan janin.

Melalui pemeriksaan kesuburan sejak dini, keterlibatan suami istri, serta pemilihan metode penanganan yang sesuai, upaya memperoleh keturunan dapat direncanakan secara lebih terarah.

Konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting bagi pasangan untuk memahami kondisi reproduksi, mengetahui peluang kehamilan, dan menentukan pilihan penanganan berdasarkan kebutuhan masing-masing. (Red/rlls)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – PT Yili Indonesia Dairy (YILI) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan TOP Human Capital Award 2026, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan upaya berkelanjutan perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan Human Capital, serta peningkatan kesejahteraan karyawan. Penghargaan ini sekaligus mencerminkan konsistensi YILI dalam mengedepankan pengembangan talenta lokal sebagai bagian dari strategi […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas pemanfaatan teknologi 5G melalui jaringan yang kini telah menjangkau lebih dari 70 kota di Indonesia, termasuk wilayah dengan cakupan 5G blanket coverage. Untuk menghadirkan pengalaman konektivitas yang semakin lengkap, XLSMART melalui merk layanan SMARTFREN berkolaborasi dengan nubia menghadirkan paket bundling smartphone nubia A77 5G […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama Adobe Express yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]