Trending

Waspada Cacar Monyet Mendunia, Simak Edukasi Penting dari Siloam Hospitals Yogyakarta

Redaksi
Redaksi13 Agustus 2022 pukul 04.04 WIBDiperbarui 13 Agustus 2022 pukul 04.04 WIB
3 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Yogyakarta – Peningkatan signifikan di pelbagai negara mengenai paparan ‘monkey pork’ juga menarik perhatian Badan Kesehatan dunia (World Health Organization) dengan penetapan darurat kesehatan global sejak Juli 2022 lalu, dan telah menyebar ke lebih dari 85 negara. Penyakit cacar monyet yang sejauh ini belum ada laporan kasus di Indonesia namun patut di waspadai karena juga disebabkan oleh virus dikenal dengan ‘monkeypox’ merupakan penyakit menular dari “human to human”.

Selain itu, sebaran virus ini juga sudah ditemukan di sejumlah negara di benua Asia dan negara tetangga Indonesia.

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Siloam Hospitals Yogyakarta, dr. Ludhang Pradipta R M. Biotech Sp.MK., mengingatkan bahwa cara terbaik terhindar dari paparan cacar monyet adalah meminimalkan kontak antar manusia dengan penderita (karier). “Penularan virus ini melalui kontak erat, dan dari kasus yang ada didapatkan resiko lebih tinggi pada individu prilaku seks menyimpang (MSM)”, ungkap dr. Ludhang, Selasa (09/07/2022) melalui edukasi bincang sehat bertajuk : ‘Waspada Cacar Monyet Kenali Gejala dan Pencegahannya’ yang dihelat manajemen Siloam Hospital Yogyakarta.

Dikatakan dr. Ludhang cacar monyet merupakan penyakit zoonosis, disebabkan virus monkeypox. Penyakit ini biasanya dimulai dengan fase inkubasi panjang (5-21 hari), kemudian fase demam (gejala yang mirip dengan flu, termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadinopati), kemudian berkembang fase ruam, dimana permukaan kulit muncul ruam kemerahan.

“Infeksi virus ini ditandai dengan perubahan ujud kelainan di kulit yang sekilas hampir serupa dengan cacar air,” papar dr. Ludhang.

Melanjutkan edukasi akan gejala terpapar virus monkeypox, dikatakan dr. Ludhang, “Pengobatan sebenarnya hanya untuk mengurangi gejala yang muncul, terutama nyeri dibagian kulit yang tampak ruam dan bintil. Adapun data tentang vaksin juga baru tersedia di beberapa negara endemi, belum sampai di Indonesia sejauh ini.”

Penularan Antar Manusia, Protokol Kesehatan Berperan Penting
Pada sesi edukasi selanjutnya, dr. Ludhang mengungkap bahwa virus cacar monyet dapat melalui perantara formites dipermukaan benda mati yang terkontaminasi virus tsb. Selain dapat menyebar melalui kontak erat, WHO dan CDC menyebutkan pula penularan dapat terjadi melalui percikan pernapasan (droplet) atau menyentuh luka, atau koreng saat pasien pada fase ruam.

“Karenanya pencegahan efektif adalah menegakkan protokol kesehatan melalui penggunaan masker ditempat umum, cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh benda diluar area pribadi pun menjaga jarak ditempat kerumunan, dikontaminasi atau disinfeksi permukaan alat benda yang ada disekitar kita”, tutur dr. Ludhang, mengingatkan kepada puluhan peserta yang intens menyimak edukasi.

Pada sesi tanya jawab, dokter Spesialis Mikrobiologi klinik ini menjawab bahwa, mengacu pada data yang menunjukan virus monkeypox ini merupakan disebut virus DNA yang mampu bertahan di lingkungan bahkan di udara dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Adapun bagi penderita gejala cacar monyet hendaknya segera ditangani medis di rumah sakit guna penanganan yang tepat dalam mencegah penularan ke orang lain”, ujar dr. Ludhang.

Fakta Penting Penyakit Cacar Monyet
Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kasus cacar monyet telah ditemukan di Singapura, yakni sebanyak 13 kasus hingga 3 Agustus 2022. Kemudian, ada Thailand dan Filipina yang telah melaporkan masing-masing 2 kasus dan 1 kasus cacar monyet. Sementara, di negara tetangga RI, Australia, telah melaporkan sebanyak 45 kasus cacar monyet. Per 3 Agustus 2022, jumlah kasus cacar monyet di dunia sebanyak 26.208 kasus di 87 negara. Kasus cacar monyet terbanyakmasih dipimpin oleh Amerika Serikat yakni sebanyak 6.616 kasus.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia atau
WHO menegaskan bahwa cacar monyet bukan penyakit menular seksual. Meski demikian, penyakit ini bisa ditularkan saat berhubungan seksual, seperti:

  • Seks oral, anal, dan vagina atau menyentuh alat kelamin atau anus orang yang terkena cacar monyet
  • Memeluk, memijat, mencium, atau berbicara dari jarak sangat dekat
  • Menyentuh kain dan benda saat berhubungan seks yang digunakan oleh penderita cacar monyet, seperti tempat tidur, handuk, dan mainan seks. (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Setiap orang memiliki janji untuk memberikan yang terbaik dan melindungi orang-orang terkasih. Meskipun begitu, janji tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, melainkan seringkali hadir lewat tindakan yang konsisten guna mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Bagi keluarga Indonesia, salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah ketika perlindungan dapat hadir saat risiko terjadi. […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jalarta – Perlindungan pekerja migran Indonesia perlu dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan, termasuk melalui pemeriksaan kesehatan yang memenuhi standar. Untuk mendukung upaya tersebut, Rumah Sakit Tria Dipa memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui pengembangan layanan medical check-up (MCU) bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tamgerang Selatan – Puncak peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi momentum bagi seluruh kader untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menegaskan bahwa Golkar harus terus hadir bersama rakyat melalui karya nyata dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Airin mengatakan, kekompakan […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serang – Ketua Panitia Konferensi didampingi Ketua PWI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyerahkan berkas verifikasi anggota PWI Kota Tangsel kepada Wakil Ketua Organisasi PWI Provinsi Banten di Kantor Sekretariat PWI Provinsi Banten, Senin (19 Oktober 2026). Ketua Panitia Konferensi PWI Kota Tangsel, Irawan Aprilian mengatakan bahwa berkas verifikasi keanggotaan telah diterima dengan keadaan baik […]