Trending

Tangkas Menghadapi Polio Sebagai Bentuk Kewaspadaan Terhadap Kesehatan Anak

Redaksi
Redaksi3 Desember 2022 pukul 03.17 WIBDiperbarui 3 Desember 2022 pukul 03.43 WIB
3 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, BSD Tangsel-Peningkatan kasus polio yang baru-baru ini terjadi telah menimbulkan kekhawatiran banyak orangtua di seluruh Indonesia. Kasus virus polio sendiri bukanlah sebuah penyakit baru dan keberadaanya diperkirakan sudah ada semenjak 1580-1350 sebelum masehi pada zaman mesir kuno. Namun peningkatan yang baru-baru ini terjadi di provinsi Aceh menjadi sebuah panggilan kesadaran agar para orangtua mulai mengantisipasi hal tersebut sehingga buah hati bisa terhindar dari paparan virus tersebut.

dr. Amar Widhiani Adisasmito, Sp.A (K)
Subspesialis Infeksi dan Penyakit Tropis Eka Hospital BSD, memberikan edukasinya seputar polio sebagai berikut:

Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus polio yang dapat menyebabkan permasalahan pada saraf dan berisiko menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, hingga kematian. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, namun polio akan lebih rentan untuk menyerang anak-anak terutama di usia dibawah 5 tahun.

Melihat hal itu, ada baiknya untuk para orangtua mulai lebih serius dan tanggap dalam menjaga kesehatan anak sehingga terhindar dari paparan virus polio.

Penularan Virus Polio

Virus polio dapat ditransmisi melalui fecal-oral, yang artinya virus dapat berkembang biak di sistem pencernaan, dan dikeluarkan melalui feses (tinja), kemudian menyebar melalui saluran air. Risiko penyebaran akan menjadi semakin besar jika sanitasi air tidak bekerja dengan baik yang bisa diakibatkan oleh perilaku buang air besar sembarangan di sungai. 

Itulah sebabnya daerah-daerah terpencil yang belum memiliki sistem drainase atau saluran air yang baik akan jauh lebih rentan untuk terpapar virus tersebut.

Gejala dari Virus Polio

Ketika seseorang dan anak-anak terinfeksi virus polio, mereka bisa saja menunjukan gejala yang sangat sedikit. Bahkan kebanyakan orang yang terkena virus ini tidak menunjukan gejala sama sekali. Gejala virus polio telah dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

Polio non-paralisis, yang menyebabkan muntah, lemah otot, demam, meningitis, letih, sakit tenggorokan, sakit kepala serta kaki, tangan, leher dan punggung terasa kaku dan sakit

Polio paralisis, yang menyebabkan migrain (sakit kepala), demam, lemah otot, kaki dan lengan terasa lemah, dan kehilangan refleks tubuh.

Sindrom pasca-polio, yang menyebabkan orang akan kesulitan dalam bernapas atau menelan, kesulitan berkonsentrasi, otot melemah, depresi, gangguan tidur, mudah lelah dan massa otot tubuh menurun.

Penanganan Virus Polio

Dalam menangani atau mencegah penyebaran virus polio dalam skala luas, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan instruksi baru yang bisa dilakukan. Menindaklanjuti hal tersebut, orangtua dan masyarakat dihimbau untuk segera mengambil sikap.

Yang pertama untuk melengkapi imunisasi anak sesuai dengan kebutuhan di usia mereka. Jenis vaksin yang beredar saat ini adalah Polio Oral (bOPV) atau vaksin polio tetes yang bekerja efektif melawan virus polio tipe 1 dan 3 yang berguna mengaktivasi kekebalan di usus. Sementara Polio Suntik (IPV) melindungi terhadap polio tipe 1, 2 dan 3 dan tidak membentuk kekebalan di usus.

Jadwal Imuniasi Polio sesuai usia dari rekomendasi Kemenkes dan IDAI

Berdasarkan Kemenkes anjuran vaksinasi polio sebagai berikut:
Lahir sampai 1 bulan = Polio tetes 1
2 bulan = Polio tetes 2
3 bulan = Polio tetes 3
4 bulan = Polio tetes 4 dan Polio suntik (IPV) 1
9 bulan = Polio suntik (IPV) 2

Sedangkan berdasarkan IDAI anjuran vaksinasi polio sebagai berikut:
Lahir sampai 1 bulan = Polio 0 (tetes)
2 bulan = Polio 1
3 bulan = Polio 2
4 bulan = Polio 3
18 bulan = Polio 4
*Dengan catatan sebelum usia 1 tahun harus diberikan 2 kali vaksin IPV

Anda juga harus mewaspadai adanya komplikasi berbahaya jika anak terinfeksi virus polio. Sehingga orangtua dapat mengantisipasi terjadinya kondisi yang bisa saja mengancam nyawa sang buah hati. Jangan lupa untuk mengajak orang sekitar untuk ikut serta dalam imunisasi virus polio sehingga meminimalisir adanya penularan dalam jangkauan yang luas.

Selain dari tips tersebut, pastikan juga untuk memperhatikan akses air bersih yang akan digunakan, terutama pada anak. Karena virus polio dapat memasuki tubuh melalui mulut melalui air atau bahkan makanan yang telah terkontaminasi dengan kandungan feses dari orang yang telah terinfeksi. Yuk, lengkapi vaksin buah hati Anda. (red/rlls)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Setiap orang memiliki janji untuk memberikan yang terbaik dan melindungi orang-orang terkasih. Meskipun begitu, janji tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, melainkan seringkali hadir lewat tindakan yang konsisten guna mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Bagi keluarga Indonesia, salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah ketika perlindungan dapat hadir saat risiko terjadi. […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jalarta – Perlindungan pekerja migran Indonesia perlu dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan, termasuk melalui pemeriksaan kesehatan yang memenuhi standar. Untuk mendukung upaya tersebut, Rumah Sakit Tria Dipa memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui pengembangan layanan medical check-up (MCU) bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tamgerang Selatan – Puncak peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi momentum bagi seluruh kader untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menegaskan bahwa Golkar harus terus hadir bersama rakyat melalui karya nyata dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Airin mengatakan, kekompakan […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serang – Ketua Panitia Konferensi didampingi Ketua PWI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyerahkan berkas verifikasi anggota PWI Kota Tangsel kepada Wakil Ketua Organisasi PWI Provinsi Banten di Kantor Sekretariat PWI Provinsi Banten, Senin (19 Oktober 2026). Ketua Panitia Konferensi PWI Kota Tangsel, Irawan Aprilian mengatakan bahwa berkas verifikasi keanggotaan telah diterima dengan keadaan baik […]