Trending

Serba-Serbi Skoliosis untuk Lansia dan Penanganannya

Redaksi
Redaksi28 Februari 2025 pukul 19.28 WIBDiperbarui 28 Februari 2025 pukul 19.28 WIB
4 menit baca
<p>Mediakawasan.id, </p>
Iklan

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Skoliosis adalah kondisi kelainan bentuk tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping. Kelainan ini dapat terjadi pada berbagai usia, termasuk lansia. Skoliosis pada lansia biasanya dikenal sebagai skoliosis degeneratif.

Skoliosis degeneratif pada orang tua sering kali disertai dengan gangguan kesetimbangan tubuh baik ke samping maupun ke belakang sehingga tubuh penderita tampak miring ke samping dan bungkuk ke depan. Pada kasus yang berat, skoliosis degeneratif dapat disertai dengan persgerseran tulang belakang dan syaraf terjepit. Berikut paparan lebih jauh tentang skoliosis degeneratif menurut Dr. dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine, Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD. Kamis, (27/02).

Penyebab skoliosis pada lansia

Pada lansia, skoliosis umumnya terjadi karena faktor berikut:

Penuaan diskus dan sendi: Penuaan menyebabkan bantalan antara tulang belakang menipis dan terkadang tidak simetris, sehingga tulang belakang menjadi tidak stabil.

Osteoporosis: tulang yang melemah akibat osteoporosis dapat menyebabkan perubahan bentuk dan kemiringan tulang belakang.

Artritis tulang belakang: Peradangan pada sendi tulang belakang dapat menyebabkan nyeri dan perubahan bentuk tulang.

Cedera atau trauma: Cedera lama atau jatuh dapat berkontribusi terhadap skoliosis degeneratif.

Gejala skoliosis pada lansia

°Gejala skoliosis pada lansia dapat bervariasi, tergantung tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum meliputi:

°Tubuh terlihat semakin miring ke samping atau semakin membungkung

°Nyeri punggung yang kronis

°Postur tubuh yang tidak simetris, seperti bahu atau pinggul yang lebih tinggi dari sisi lainnya

°Terdapat punuk pada punggung bawah

°Cepat lelah akibat postur tubuh yang tidak seimbang

°Kesulitan berjalan atau berdiri dalam waktu lama

°Dalam kasus yang lebih parah, dapat terjadi jepitan syaraf sehingga timbul nyeri ke tungkai, kesemutan, kebas, hingga ke kelemahan.

Diagnosis skoliosis pada lansia

Untuk menegakkan diagnosis skoliosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang, seperti:

*Rontgen: Untuk melihat tingkat kelengkungan tulang belakang.

*MRI atau CT Scan: Untuk mengevaluasi struktur jaringan di sekitar tulang belakang, termasuk saraf dan bantalan tulang.

*Tes kepadatan tulang: Untuk menentukan apakah osteoporosis berkontribusi terhadap skoliosis.

Penanganan skoliosis pada lansia

Penanganan skoliosis pada lansia bertujuan untuk memperbaiki keseimbangan, mengurangi nyeri, memperbaiki mobilitas, dan mencegah progresivitas kelengkungan tulang belakang. Beberapa metode pengobatan yang dapat diterapkan meliputi:

1. Terapi fisik dan latihan

Latihan fisik dan terapi fisik dapat membantu memperkuat otot penopang tulang belakang dan meningkatkan fleksibilitas. Beberapa latihan yang direkomendasikan antara lain:

°Latihan peregangan dan yoga

°Latihan penguatan otot inti dan punggung

°Latihan keseimbangan untuk mengurangi risiko jatuh

2. Obat-batan

Penggunaan obat dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan serta untuk mengobati osteoporosis.

3. Penggunaan penyangga (brace)

Penggunaan brace tidak dianjurkan pada skoliosis degeneratif. Brace hanya diberikan bila terdapat nyeri hebat akut dan hanya boleh dipakai untuk jangka pendek.

4. Operasi

Operasi diindikasikan bila skoliosis yang dialami mencapat kelengkungan lebih dari 50 derajat. Bila terdapat gangguan kesetimbangan lebih dari 3 cm baik ke depan maupun ke samping yang tidak membaik dengan terapi fisik, operasi dapat dipertimbangkan. Pada kasus yang disertai dengan tulang punggung yang bergeser sehingga menimbulkan jepitan syaraf berat, juga perlu dilakukan operasi.

Pencegahan skoliosis pada lansia

Meskipun skoliosis degeneratif tidak selalu dapat dicegah, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan tulang belakang:

*Menjaga postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri, atau berjalan.

*Melakukan olahraga secara teratur untuk memperkuat otot punggung dan meningkatkan fleksibilitas.

*Mengonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

*Menghindari kebiasaan buruk, seperti membungkuk saat duduk atau membawa beban berat secara berlebihan.

*Menghindari asap rokok

*Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mendeteksi kelainan tulang sejak dini.

“Skoliosis pada lansia adalah kondisi yang umum terjadi akibat proses penuaan, degenerasi tulang belakang, atau osteoporosis. Meskipun dapat menyebabkan nyeri dan gangguan mobilitas, berbagai metode penanganan seperti terapi fisik, obat-obatan, penggunaan brace, atau operasi dapat membantu mengelola kondisi ini,” ungkap dr. Phedy.

“Pencegahan melalui gaya hidup sehat juga penting untuk menjaga kesehatan tulang belakang dan mengurangi risiko skoliosis degeneratif. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala skoliosis, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” tutupnya.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis tulang kami untuk mendapatkan penanganan tepat. Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129. (red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Setiap orang memiliki janji untuk memberikan yang terbaik dan melindungi orang-orang terkasih. Meskipun begitu, janji tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, melainkan seringkali hadir lewat tindakan yang konsisten guna mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Bagi keluarga Indonesia, salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah ketika perlindungan dapat hadir saat risiko terjadi. […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jalarta – Perlindungan pekerja migran Indonesia perlu dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan, termasuk melalui pemeriksaan kesehatan yang memenuhi standar. Untuk mendukung upaya tersebut, Rumah Sakit Tria Dipa memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui pengembangan layanan medical check-up (MCU) bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tamgerang Selatan – Puncak peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi momentum bagi seluruh kader untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menegaskan bahwa Golkar harus terus hadir bersama rakyat melalui karya nyata dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Airin mengatakan, kekompakan […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serang – Ketua Panitia Konferensi didampingi Ketua PWI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyerahkan berkas verifikasi anggota PWI Kota Tangsel kepada Wakil Ketua Organisasi PWI Provinsi Banten di Kantor Sekretariat PWI Provinsi Banten, Senin (19 Oktober 2026). Ketua Panitia Konferensi PWI Kota Tangsel, Irawan Aprilian mengatakan bahwa berkas verifikasi keanggotaan telah diterima dengan keadaan baik […]