Trending

Mengenal Kaki Pengkor (Clubfoot) pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Redaksi
Redaksi24 Juli 2025 pukul 03.49 WIBDiperbarui 24 Juli 2025 pukul 03.49 WIB
3 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, BSD – dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT (K),
Dokter Spesialis Ortopedi Pediatrik, Eka Hospital BSD memaparkan tentang kaki pengkor dan penanganannya.

Kaki pengkor adalah kelainan bawaan yang menyebabkan bentuk kaki anak menjadi abnormal, yang berpotensi menghambat aktivitas seperti berjalan dan berdiri. Kondisi ini dikenal dengan istilah medis “congenital talipes equinovarus” dan termasuk dalam kelainan yang cukup langka. Pengobatan yang dilakukan sedini mungkin dapat memberikan hasil yang signifikan pada perkembangan kaki anak.

Apa Itu Kaki Pengkor?

Kaki pengkor terjadi ketika telapak kaki anak mengarah ke dalam, dengan posisi telapak kaki yang dapat menghadap ke samping atau ke atas. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu kaki atau keduanya. Terdapat dua tipe clubfoot yaitu:

  1. Clubfoot Idiopathic (Terisolasi): Terjadi tanpa penyebab yang jelas dan biasanya tidak terdapat gejala kesehatan lain.
  2. Non-Isolated Clubfoot: Terjadi bersamaan dengan kondisi medis lain, seperti spina bifida atau trisomi 18. Penyebab Kaki Pengkor

Penyebab utama kaki pengkor hingga saat ini belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetik diyakini berperan besar. Selain faktor genetik, beberapa kondisi saat kehamilan juga dapat meningkatkan risiko, antara lain:

  • Volume air ketuban yang sedikit
  • Paparan virus Zika
  • Terpapar asap rokok atau alkohol secara intensif Ciri-Ciri dan Gejala

Kaki pengkor biasanya terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan atau saat bayi baru lahir. Ciri-ciri anak yang mungkin memiliki kaki pengkor meliputi:

  • Kaki atau telapak kaki menghadap ke dalam
  • Bentuk kaki menyerupai kacang merah atau ginjal
  • Otot betis di kaki yang terdampak lebih kecil
  • Kaki yang lebih pendek dan pergelangan kaki yang kaku Apakah Kaki Pengkor Dapat Sembuh dengan Sendirinya?

Sayangnya, kaki pengkor tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pengobatan yang tepat dapat dilakukan tanpa operasi, salah satunya metode Ponseti.

*Metode Pengobatan Tanpa Operasi:

  1. Pemasangan Gips: Dilakukan untuk mengembalikan bentuk kaki. Pemasangan gips dilakukan dalam beberapa sesi selama beberapa minggu setelah bayi lahir.
  2. Penggunaan Penyangga: Setelah posisi kaki diperbaiki, bayi akan menggunakan penyangga untuk menjaga posisi kaki selama 24 jam dalam tiga bulan pertama, kemudian hanya di malam hari selama beberapa tahun ke depan.

Jika metode ini tidak efektif, maka tindakan operasi mungkin diperlukan.

Dampak Kaki Pengkor yang Tidak Diobati

Kaki pengkor yang tidak ditangani bisa mengakibatkan berbagai masalah, termasuk:

  • Kesulitan berjalan
  • Infeksi pada kaki
  • Pembentukan kapalan
  • Radang sendi (arthritis)
  • Penurunan kepercayaan diri anak Pencegahan dan Penanganan

Karena penyebab kaki pengkor yang tidak jelas, fokus pada pengobatan dini sangat penting. Jika anak terdiagnosis kaki pengkor, segera konsultasikan dengan dokter spesialis ortopedi anak untuk penanganan yang lebih baik.

Sebagai langkah awal, Anda dapat mencari dokter spesialis ortopedi yang berpengalaman menangani kelainan tulang pada anak, seperti dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT (K) dari Eka Hospital BSD, yang dapat memberikan penanganan yang tepat untuk kondisi ini.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan anak dengan kaki pengkor dapat tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa hambatan yang berarti.

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Setiap orang memiliki janji untuk memberikan yang terbaik dan melindungi orang-orang terkasih. Meskipun begitu, janji tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, melainkan seringkali hadir lewat tindakan yang konsisten guna mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Bagi keluarga Indonesia, salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah ketika perlindungan dapat hadir saat risiko terjadi. […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jalarta – Perlindungan pekerja migran Indonesia perlu dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan, termasuk melalui pemeriksaan kesehatan yang memenuhi standar. Untuk mendukung upaya tersebut, Rumah Sakit Tria Dipa memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui pengembangan layanan medical check-up (MCU) bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tamgerang Selatan – Puncak peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi momentum bagi seluruh kader untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menegaskan bahwa Golkar harus terus hadir bersama rakyat melalui karya nyata dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Airin mengatakan, kekompakan […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serang – Ketua Panitia Konferensi didampingi Ketua PWI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyerahkan berkas verifikasi anggota PWI Kota Tangsel kepada Wakil Ketua Organisasi PWI Provinsi Banten di Kantor Sekretariat PWI Provinsi Banten, Senin (19 Oktober 2026). Ketua Panitia Konferensi PWI Kota Tangsel, Irawan Aprilian mengatakan bahwa berkas verifikasi keanggotaan telah diterima dengan keadaan baik […]