Trending

BSN Perkuat Pengembangan SNI untuk Wujudkan Instalasi Kelistrikan yang Aman dan Andal

Redaksi
Redaksi28 Oktober 2025 pukul 19.07 WIBDiperbarui 28 Oktober 2025 pukul 19.08 WIB
4 menit baca
Iklan

Mediakawasan.id, Jakarta – Kasus kebakaran yang dipicu oleh korsleting listrik terus menjadi ancaman utama di Indonesia. Data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri mencatat, sepanjang tahun 2025 korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Jakarta dengan porsi mencapai 66,7 persen dari seluruh kasus yang terjadi sejak Januari. Fenomena ini diperparah oleh laporan Polda Metro Jaya yang mencatat sedikitnya 118 kasus kebakaran hingga September 2025, sebagian besar terjadi di kawasan permukiman padat akibat instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan.

Kondisi ini menjadi pengingat penting akan perlunya penerapan standar kelistrikan di lapangan. Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang kelistrikan hadir tidak hanya sebagai pedoman teknis, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan masyarakat dari risiko kebakaran dan bahaya listrik. Oleh karena itu, pengembangan SNI yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan nasional menjadi kunci agar sistem instalasi, peralatan, dan komponen listrik di Indonesia benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan dan keandalan.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama International Electrotechnical Commission (IEC) dan Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI) menyelenggarakan Seminar Standar Internasional IEC/TC 64 bertema “Impact of International IEC Standard to Electrical Installation Safety in Indonesia” di Jakarta, Senin (27/10/2025).

IEC merupakan lembaga internasional yang mengembangkan dan menetapkan standar global di bidang kelistrikan dan elektronika, yang menjadi acuan penting dalam penyusunan SNI di sektor kelistrikan. Seminar ini menjadi forum penting untuk memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan terhadap penerapan SNI sebagai acuan keselamatan instalasi kelistrikan di Indonesia.

Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, menegaskan bahwa pengembangan SNI di bidang kelistrikan merupakan wujud komitmen nasional dalam menciptakan sistem kelistrikan yang mendukung masa depan Indonesia yang aman dan berkelanjutan.

“Konsep keselamatan listrik menantang kita untuk memikirkan cara memasang dan mengelola listrik — baik di lingkungan komersial, industri, maupun rumah tangga — secara aman dan berkelanjutan. Standar menjadi peta jalan yang memastikan keselamatan instalasi listrik tanpa mengorbankan generasi mendatang,” ungkap Kristianto.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo, menjelaskan bahwa pengembangan standar yang baik menjadi katalisator bagi praktik regulasi yang efektif di sektor kelistrikan nasional. Sebagai lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang standardisasi, BSN berkomitmen mendorong pengembangan SNI yang relevan dengan kebutuhan nasional dan perkembangan teknologi terkini.

Pentingnya peran SNI sebagai acuan wajib juga diperkuat oleh sektor regulator. Direktur Teknik Kelistrikan dan Lingkungan Kementerian ESDM, Bayu Nugroho, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar yang dikembangkan BSN bersifat wajib dan terintegrasi ke dalam sistem perizinan.

“Seri SNI 0225 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik/PUIL) telah menjadi basis utama dalam regulasi Si Ujang Gatrik untuk mendapatkan Nomor Identifikasi Instalasi (NIDI). Ini adalah mekanisme yang memastikan instalasi telah memenuhi aspek keamanan wajib sebelum memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO),” jelas Bayu.

Hingga saat ini, BSN telah mengharmonisasikan 41 standar seri IEC 60364 yang disesuaikan dengan kebutuhan nasional menjadi seri SNI 0225. Standar tersebut telah dirujuk sebagai acuan dalam regulasi teknis yang ditetapkan oleh kementerian terkait. Harmonisasi ini memberikan jaminan keselamatan, menyediakan acuan mutu komponen, serta memperkuat daya saing nasional.

Sebagai contoh, SNI 0225-7-701:2021 (adopsi dari IEC 60364-7-701) mewajibkan penggunaan Alat Proteksi Arus Sisa (Residual Current Device/RCD) berkepekaan tinggi di area dengan tingkat kelembapan tinggi seperti kamar mandi. Penerapan standar wajib ini terbukti efektif dalam mencegah sengatan listrik fatal serta menekan potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga dan permukiman padat penduduk.

Seminar ini juga menghadirkan berbagai pakar dan pemangku kepentingan, antara lain Ketua APPI Yohanes P. Widjaja; IEC Convenor TC64/WG43 Paul Loke; ahli IEC untuk lokasi medis Michael Laheurte; ahli IEC untuk kendaraan listrik Yau Chau Fong; serta ahli IEC PV Conrado Binondo.

Melalui momentum ini, BSN menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengembangan dan penerapan SNI di bidang kelistrikan sebagai langkah nyata mencegah risiko kebakaran akibat korsleting, melindungi keselamatan masyarakat, serta memastikan infrastruktur kelistrikan nasional tumbuh lebih andal dan berdaya saing di era industri global. (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Setiap orang memiliki janji untuk memberikan yang terbaik dan melindungi orang-orang terkasih. Meskipun begitu, janji tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, melainkan seringkali hadir lewat tindakan yang konsisten guna mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Bagi keluarga Indonesia, salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah ketika perlindungan dapat hadir saat risiko terjadi. […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jalarta – Perlindungan pekerja migran Indonesia perlu dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan, termasuk melalui pemeriksaan kesehatan yang memenuhi standar. Untuk mendukung upaya tersebut, Rumah Sakit Tria Dipa memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui pengembangan layanan medical check-up (MCU) bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tamgerang Selatan – Puncak peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi momentum bagi seluruh kader untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menegaskan bahwa Golkar harus terus hadir bersama rakyat melalui karya nyata dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Airin mengatakan, kekompakan […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serang – Ketua Panitia Konferensi didampingi Ketua PWI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyerahkan berkas verifikasi anggota PWI Kota Tangsel kepada Wakil Ketua Organisasi PWI Provinsi Banten di Kantor Sekretariat PWI Provinsi Banten, Senin (19 Oktober 2026). Ketua Panitia Konferensi PWI Kota Tangsel, Irawan Aprilian mengatakan bahwa berkas verifikasi keanggotaan telah diterima dengan keadaan baik […]