Trending

Tak Selalu Perlu Operasi, Miom dan Kista Bisa Ditangani dengan Deteksi Dini dan Pemantauan Rutin

Redaksi
Redaksi28 Januari 2026 pukul 01.51 WIBDiperbarui 28 Januari 2026 pukul 01.51 WIB
3 menit baca
<p>dr. Budi Santoso, Sp. OG, FMAS, Dokter Spesialis Kandungan Eka Hospital BSD</p>
Iklan

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Mendengar diagnosis miom atau kista kerap membuat perempuan cemas dan langsung membayangkan tindakan operasi. Padahal, menurut dr. Budi Santoso, Sp.OG, FMAS, Dokter Spesialis Kandungan di Eka Hospital BSD, tidak semua kasus memerlukan pembedahan. Kunci utamanya adalah deteksi dini dan penanganan yang sesuai kondisi masing-masing pasien.

“Banyak pasien datang dengan kekhawatiran berlebihan. Padahal, miom dan kista pada banyak kasus bersifat jinak dan bisa ditangani tanpa operasi, selama terpantau dengan baik,” jelas dr. Budi.

Tidak Semua Miom dan Kista Berbahaya

Miom atau fibroid rahim merupakan pertumbuhan jaringan otot di dinding rahim yang bersifat non-kanker. Sementara kista, yang paling sering muncul di ovarium, adalah kantong berisi cairan yang umumnya terbentuk secara alami selama siklus ovulasi.

Menurut dr. Budi, ukuran dan lokasi menjadi faktor penentu apakah kondisi tersebut memerlukan tindakan medis lebih lanjut. “Jika ukurannya kecil dan tidak menimbulkan keluhan, biasanya cukup dipantau secara berkala. Namun jika menimbulkan nyeri hebat, gangguan menstruasi, atau mengganggu kesuburan, barulah dipertimbangkan terapi khusus,” ujarnya.

Kenali Sinyal Tubuh Sejak Dini

Salah satu tantangan terbesar adalah banyak perempuan mengabaikan gejala awal. Miom dapat memicu menstruasi sangat banyak atau berkepanjangan, nyeri haid hebat, perut bawah terasa penuh atau membuncit, hingga sering buang air kecil.

Sementara itu, kista ovarium dapat menimbulkan nyeri panggul, perut terasa penuh, siklus menstruasi tidak teratur, hingga nyeri saat berhubungan intim.

“Gejala sering dianggap hanya gangguan haid biasa. Padahal, jika berlangsung terus-menerus atau semakin berat, sebaiknya segera diperiksa,” kata dr. Budi.

Peran Hormon dan Gaya Hidup

Walau penyebab pasti miom belum diketahui, faktor hormon seperti estrogen dan progesteron diduga berperan besar. Risiko juga meningkat pada wanita dengan obesitas, riwayat keluarga serupa, atau menstruasi dini.

Pada kista ovarium, selain proses ovulasi normal, kondisi seperti PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik), endometriosis, atau gangguan hormonal dapat menjadi pemicu.

Menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan seimbang, serta rutin berolahraga menjadi langkah preventif sederhana yang dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.

Dampaknya pada Program Kehamilan

Bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, miom dan kista kerap menjadi kekhawatiran tersendiri. dr. Budi menegaskan bahwa tidak semua miom menyebabkan infertilitas. Namun, pada kondisi tertentu, miom bisa memengaruhi posisi janin atau meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur.

Sementara itu, kista yang berkaitan dengan PCOS dapat mengganggu proses pematangan dan pelepasan sel telur, sehingga peluang kehamilan menurun.

“Karena itu, bagi yang memiliki riwayat miom atau kista dan sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya melakukan evaluasi lebih awal agar bisa direncanakan penanganannya,” tambahnya.

Pemeriksaan Rutin Jadi Investasi Kesehatan

Deteksi dini melalui pemeriksaan ginekologi rutin dan USG menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi organ reproduksi. Dengan pemantauan berkala, risiko komplikasi dapat ditekan dan pilihan terapi bisa lebih sederhana.

“Penanganan tidak selalu berarti operasi. Banyak kasus cukup dengan observasi atau terapi medis. Yang terpenting, jangan menunda pemeriksaan ketika tubuh sudah memberi sinyal,” pungkas dr. Budi Santoso.

Untuk informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi, masyarakat dapat menghubungi dr. Budi Santoso, Sp.OG, FMAS di Eka Hospital BSD melalui Call Center 1500129 atau WhatsApp 08891500129 guna menjadwalkan pemeriksaan. (Red/rlls)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Setiap orang memiliki janji untuk memberikan yang terbaik dan melindungi orang-orang terkasih. Meskipun begitu, janji tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, melainkan seringkali hadir lewat tindakan yang konsisten guna mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Bagi keluarga Indonesia, salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah ketika perlindungan dapat hadir saat risiko terjadi. […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jalarta – Perlindungan pekerja migran Indonesia perlu dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan, termasuk melalui pemeriksaan kesehatan yang memenuhi standar. Untuk mendukung upaya tersebut, Rumah Sakit Tria Dipa memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui pengembangan layanan medical check-up (MCU) bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tamgerang Selatan – Puncak peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi momentum bagi seluruh kader untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menegaskan bahwa Golkar harus terus hadir bersama rakyat melalui karya nyata dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Airin mengatakan, kekompakan […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Serang – Ketua Panitia Konferensi didampingi Ketua PWI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyerahkan berkas verifikasi anggota PWI Kota Tangsel kepada Wakil Ketua Organisasi PWI Provinsi Banten di Kantor Sekretariat PWI Provinsi Banten, Senin (19 Oktober 2026). Ketua Panitia Konferensi PWI Kota Tangsel, Irawan Aprilian mengatakan bahwa berkas verifikasi keanggotaan telah diterima dengan keadaan baik […]